Mayat Dalam Karung

Kasus Pembunuhan CNS di Tanah Datar: Polisi Periksa 21 Saksi, Hasil Otopsi Segera Keluar

Polisi terus menyelidiki kematian CNS (15), remaja yang ditemukan tewas dalam karung di Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
MAYAT DALAM KARUNG : Lokasi pemakaman korban CNS (15) di Nagari Sumanik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (21/2/2025). Lokasi pemakaman berada di samping kiri rumah korban. 

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Polisi terus menyelidiki kematian CNS (15), remaja yang ditemukan tewas dalam karung di Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Hingga kini, polisi telah memeriksa 21 saksi dan masih menunggu hasil otopsi.

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, menyebutkan penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap kasus ini.

"Hingga saat ini kita telah memeriksa 21 orang sebagai saksi terkait hal ini. Termasuk mengumpulkan berbagai barang bukti yang ditemukan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/2/2025) kemarin.

Surya juga menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang diperkirakan akan keluar pada hari Selasa (25/2/2025).

Baca juga: Heboh Tato di Tangan Mayat dalam Karung di Tanah Datar Sumbar, Ibu Korban: Itu Henna

"Untuk hasil otopsi mudah-mudahan saja bisa keluar pada hari Selasa besok," ujarnya.

Namun Surya menegaskan jika kematian Cinta kuat dugaannya merupakan korban pembunuhan yang kasusnya saat ini masih didalami pihaknya.

"Kita mengerahkan seluruh anggota dalam kasus ini, kita berharap agar kasus ini dapat segera kita ungkap. Kita juga masih menunggu hasil otopsi," jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya mengalami kendala karena masih belum menemukan handphone korban yang berkemungkinan dibuang oleh pelaku.

"Sampai saat ini kita masih belum ditemukan Hp milik korban yang mungkin dibuang oleh pelaku," ujarnya.

Baca juga: Warga Sungai Tarab Tanah Datar Geger, Karung Berisi Mayat Wanita Ditemukan di Pinggir Jalan

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga jika korban sebelumnya pernah mendapat ancaman akan dibunuh oleh seseorang yang saat ini masih dalam pencarian pihak berwajib.

"Menurut pihak keluarga, korban pernah dapat ancaman dan korban sempat mengirim screnshoot ancaman itu, namun karena hp korban belum ditemukan kita masih berusaha mencari keterangan lebih dalam terkait hal ini," ujarnya.

Surya berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi orang tua terutama yang memiliki anak gadis.

"Kita imbau agar orang tua dapat selalu memantau anaknya, pastikan berteman dengan siapa dan pastikan berada dirumah sebelum jam luar batas," pungkasnya.

PENEMUAN MAYAT : Kondisi lokasi penemuan mayat di Jorong Ladang Koto, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (19/2/2025). Kondisi TKP tampak sepi dan sempit serta minim penerangan.
PENEMUAN MAYAT : Kondisi lokasi penemuan mayat di Jorong Ladang Koto, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (19/2/2025). Kondisi TKP tampak sepi dan sempit serta minim penerangan. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Ancaman Pembunuhan

Keluarga korban mengungkap adanya tangkapan layar berisi ancaman pembunuhan sebelum korban ditemukan tewas dalam karung, Jumat (21/2/2025).

Korban ditemukan di pinggir jalan daerah Tabek Bunta, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Rabu (19/2/2025). Jenazah telah diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, Kamis (20/2/2025).

Ibu korban, Liza Delka, menyampaikan bahwa gambar dengan tulisan berupa nama di tangan anaknya bukanlah tato, melainkan terbuat dari henna. 

Liza Delka selaku orang tua korban menyampaikan bahwa anaknya sedang berada di tempat neneknya dan sempat memasak gorengan dari Magrib hingga pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Awal Mula Ibu Tahu Anaknya Jadi Korban Pembunuhan di Tanah Datar Sumbar

Namun, ternyata korban tidak tidur di rumah neneknya yang hanya bersebelahan dengan rumahnya. Akhirnya, pada pagi hari korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terbungkus karung.

Liza Delka mengatakan, untuk lokasi rumahnya dari lokasi penemuan jenazah anaknya berjarak sekitar 10 kilometer.

Untuk perkara ini masih dalam penyelidikan dari Polres Tanah Datar. Liza Delka menyebutkan bahwa anaknya memiliki banyak teman dekat. Semua kontak dari teman dekat korban telah diberikan kepada pihak kepolisian.

"Semalam itu dia (korban) ada melakukan tangkapan layar sebuah status di WhatsApp salah satu orang, intinya hendak melakukan pembunuhan. Ada seseorang mau membunuh, kalau tidak salah isi tulisannya itu, kalau kau berani macam-macam denganku, akan ku bunuh kau," ujar Liza Delka.

Ia menyampaikan, korban yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pernah curhat kepada adiknya. Dimana ada teman dekatnya pernah mengajak berkelahi dengan membawa pisau.

Baca juga: Siswi Ditemukan Tewas dalam Karung di Tanah Datar, Keluarga Kenali dari Gambar Henna di Tangan

"Hanya itu saja yang saya tahu dari cerita adiknya. Kalau untuk korban anaknya patuh, penurut, dan tidak banyak cerita. Saat berada di rumah dan kalau mau cerita, ya yang penting-penting saja," ujar Liza Delka.

Sebagai orang tua, Liza Delka berharap agar orang yang telah melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia segera dapat diamankan oleh pihak kepolisian. Ia juga memohon doa agar anaknya meninggal dunia dalam kondisi Khusnul Khotimah.

"Hanya itu harapan saya, meminta doa kepada semua dan seluruh masyarakat Indonesia. Dan, semoga untuk pelakunya dapat secepatnya tertangkap, karena telah membunuh anak saya," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)
 
 


 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved