Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar

Makan Bergizi Gratis Penyemangat Siswa di Pariaman, Lebih Milih Sekolah daripada Libur bila Demam

Penghentian program makan bergizi gratis sementara di Kota Pariaman, Sumatera Barat, membuat guru SD N 17 Kampuang Baru sedikit was-was anak kembali..

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Siswa SDN 21 Jalan Kereta Api, Kota Pariaman menikmati program makan siang gratis, Jumat (10/1/2025). 

TRIBUNPADANG.COM,PARIAMAN - Penghentian program makan bergizi gratis sementara di Kota Pariaman, Sumatera Barat, membuat guru SD N 17 Kampuang Baru sedikit was-was anak kembali malas-malawan sekolah.

Guru kelas SDN 17 Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Metia Roza, mengatakan selama program ini berlangsung motivasi siswa untuk sekolah meningkat.

Dimana para siswa yang sering absen jika mengalami demam ringan atau tidak enak badan, tapi saat ada program ini malah semangat.

"Jadi kalau demam ringan, siswa malah memilih sekolah bukan tidak hadir atau libur," tuturnya.

Ia menilai semangat para siswa juga bertambah selama program ini berlangsung, mereka lebih aktif di kelas selama jam pelajaran.

Keaktifan siswa ini sembari menunggu jam makan siang gratis, sembari melihat menu makanan yang sudah ada di meja belajar mereka.

"Sejak siswa tahu adanya penghentian sementara, tadi saya lihat banyak yang ekspresinya kecewa," ujarnya.

Baca juga: Guru Benarkan Penghentian Makan Bergizi Gratis di Pariaman Akibat Tidak Tersedianya Wadah Permanen

Hanya saja ia tetap berharap para siswa tidak kehilangan semangat belajar dan motivasi meski adanya penghentian sementara ini.

Diberitakan sebelumnya, Para siswa penerima program Makan Bergizi Gratis di Kota Pariaman, Sumatera Barat tidak percaya program ini dihentikan sementara, Senin (13/1/2025).

Hal ini disampaikan oleh guru kelas SD N 17, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Metia Roza, yang sejak pagi hari sudah dihujani pertanyaan oleh para siswa.

Ia menerangkan, bahwa sudah memberitahu penghentian sementara ini pada orang tua siswa melalui grup WhatsApp, Sabtu (11/1/2025).

"Kita sudah informasikan pada orang tua, tapi namanya murid, mereka belum yakin sampai guru hal itu keluar dari mulut guru sendiri," ujarnya.

Oleh sebab itu, sejak pagi ia sudah dihujani pertanyaan dari siswa terkait penghentian program ini.

Para siswa menurutnya agak kecewa dengan penghentian program ini, mengingat dalam lima hari belakang sudah merasakan dampak positif dari program ini.

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved