BKKBN Sumbar

Cegah Stunting Sejak Dini, Calon Pengantin di Solok Dapat Bimbingan Khusus dari BKKBN Sumbar

BKKBN Perwakilan Sumatera Barat berupaya menurunkan angka stunting melalui pendampingan bagi calon pengantin.

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
Tribunpadang.com/Ghaffar Ramdi
Pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) tentang zero dose immunitation dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin serta keluarga berisiko stunting, Senin (28/10/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Barat berupaya menurunkan angka stunting melalui pendampingan bagi calon pengantin

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Islamic Center, Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Senin (28/10/2024).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati.

Pantauan TribunPadang.com, kegiatan pendampingan ini diikuti oleh 130 calon pengantin yang telah mendaftarkan diri untuk dilakukan pendampingan.

Sebelum mengikuti kegiatan pendampingan, calon pengantin juga turut diperiksa kesehatan yang disediakan secara gratis.

Baca juga: Gelar Bimtek Tata Kelola Logistik, KPU Sijunjung Minta Patuhi Aturan dan Tingkatkan Solidaritas

Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang mengikuti pendampingan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar lengah serta hemoglobin.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati menyampaikan bahwa dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, Kabupaten Solok terpilih jadi salah satu dari dua tuan rumah kegiatan ini.

"Kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memilih Kabupaten Solok jadi tuan rumah kegiatan pendampingan ini," katanya, Senin (28/10/2024).

Fatmawati menyebutkan bahwa pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) tentang zero dose immunitation dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin ialah untuk mengurangi angka stunting, khususnya di Sumatera Barat.

"Saat ini angka stuting di Sumatera Barat sedang tidak baik-baik saja yaitu di angka 23,6 persen," ujar Fatmawati.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Cerah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang 28-30 Oktober 2024

Sedangkan angka minimum stunting yang ditoleransi menurut World Health Organization (WHO) yaitu 20 persen.

"Angka 23,6 persen ini kondisinya agak mengkhawatirkan sehingga kita tidak gencar-gencarnya untuk menekan angka stunting di Sumatera Barat," ujar Fatmawati.

Dalam upaya penanganan stuting jika hanya ditangani ketika sudah terjadi stunting maka angka kesembuhannya kecil.

"Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan tingkat kesembuhannya hanya 20 persen," imbuh Fatmawati.

Ia menuturkan upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka stunting adalah dari menyiapkan calon pengantin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved