BKKBN Sumbar

Lansia di Sumbar Tembus 570 Ribu Jiwa, BKKBN Ajak Manfaatkan Aplikasi Go Lantang

Jumlah lansia di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai angka 570 ribu jiwa, setara dengan 10,9 persen dari total 5,6 juta jiwa penduduk Sumbar.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
BKKBN
Aplikasi Go Lansia Tangguh (GOLANTANG) sebagai panduan dalam menjalani hidup sehat dan bahagia. BKKBN Sumbar ajak lansia di Sumbar menggunakan aplikasi ini. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jumlah lansia di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai angka 570 ribu jiwa, setara dengan 10,9 persen dari total 5,6 juta jiwa penduduk Sumbar.

Hal ini menjadikan Sumbar sebagai salah satu provinsi dengan populasi lansia yang tergolong tinggi atau ageing population.

Menyadari hal tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar mendorong lansia untuk memanfaatkan aplikasi Go Lansia Tangguh (GOLANTANG) sebagai panduan dalam menjalani hidup sehat dan bahagia.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati mengatakan dengan jumlah lansia yang banyak, Sumbar termasuk delapan provinsi yang termasuk ageing population

Pada tahun 2022, delapan provinsi yang termasuk ageing population yaitu Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: Wisuda di Usia 73 Tahun, Darlis Apresiasi Sekolah Lansia BKKBN Sumbar

"Kondisi ini memberikan gambaran perlunya peningkatan kualitas hidup lanjut usia, sehingga mereka dapat tetap produktif dan bermartabat," kata Fatmawati disela-sela wisuda sekolah lansia, Jumat (12/7/2024).

Ia menjelaskan berbagai upaya diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Upaya tersebut tidak hanya terkait bidang kependudukan saja, melainkan aspek kehidupan lainnya, seperti sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesehatan.

Adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi lansia diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan serta jaminan hari tua. 

"Untuk itu, diperlukan kepedulian kita semua dalam  rangka menyiapkan kondisi lansia yang sehat dan tangguh," katanya.

Baca juga: Fajar Utomo Menilai Kuda dapat menjadi Daya Tarik Pariwisata yang Potensial di Kota Payakumbuh

Untuk itu, BKKBN menghadirkan Program Sekolah Lansia sehingga tercipta lansia tangguh berdasarkan 7 dimensi yang dirumuskan, baik dalam segi dimensi spiritual, dimensi fisik, dimensi vokasional, dimensi sosial, dimensi lingkungan, dimensi hobi dan dimensi intelektual.

Disamping itu, BKKBN sudah membangun Aplikasi Go Lansia Tangguh (GOLANTANG) yang bisa didapatkan oleh keluarga yang memiliki lansia atau lansia itu sendiri di Play Store untuk membantu dalam mendampingi lansia menjadi lansia tangguh. 

"Para lansia diharapkan dapat terus memanfaatkan aplikasi ini sebagai panduan keseharian mereka untuk hidup sehat dan bahagia," katanya.

Fatmawati menambahkan Lansia tangguh bukan merupakan beban bagi keluarga, masyarakat dan negara melainkan menjadi suatu potensi bagi pembangunan keluarga. 

Potensi lansia tangguh tersebut dalam kehidupan sehari-hari sangat berperan dalam masing-masing keluarga karena berperan sebagai pengasuh anak cucu dan grand parenting.

Baca juga: Jadi Pemateri di Sekolah Keluarga dan Sekolah Lansia Angkatan V, Wako Bukittinggi Beri Pesan Penting

"Bahkan dengan pengalaman dan pengetahuan lansia tersebut bisa membantu percepatan penurunan stunting," kata Fatmawati. (*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved