BKKBN Sumbar
Wisuda di Usia 73 Tahun, Darlis Apresiasi Sekolah Lansia BKKBN Sumbar
Momen wisuda terasa istimewa bagi Darlis, seorang nenek berusia 73 tahun dari Alai, Kota Padang.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Momen wisuda terasa istimewa bagi Darlis, seorang nenek berusia 73 tahun dari Alai, Kota Padang. Dengan senyum sumringah, ia menerima ijazahnya di Sekolah Lansia BKKBN Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (12/7/2024).
Darlis tampak cantik dalam balutan bedak dan lipstik, serta mengenakan jubah dan toga. Dia adalah salah satu dari 15 lansia yang diwisuda dalam acara yang digelar BKKBN Sumbar.
"Banyak manfaatnya, tidak bisa disebutkan, bagus kegiatannya," kata Darlis, nenek yang memiliki 18 cucu dan 5 cicit saat ditemui, Jumat (12/7/2024).
Selain lansia, pada kesempatan tersebut juga diwisuda sebanyak 15 orang yang telah menyelesaikan kelas orang tua hebat.
Baca juga: Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Khairunas Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana BKKBN RI
Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati menyampaikan salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup yang menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Jumlah penduduk lansia Indonesia merupakan terbesar keempat setelah Cina, India dan Jepang," katanya.
Ia menambahkan pada 2022 tahun 2022, terdapat delapan provinsi yang termasuk ageing population yaitu Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
"Khusus di Sumatera Barat mencapai 10,9 persen atau 570 ribu orang sudah lansia dari total 5,6 juta jiwa penduduk Sumatera Barat Kondisi ini memberikan gambaran perlunya peningkatan kualitas hidup lanjut usia, sehingga mereka dapat tetap produktif dan bermartabat," katanya.
Dijelaskannya, berbagai upaya diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Upaya tersebut tidak hanya terkait bidang kependudukan saja, melainkan aspek kehidupan lainnya, seperti sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesehatan.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman Dapat Apresiasi Percepatan Penurunan Stunting 2024 dari BKKBN Pusat
Adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi lansia diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan serta jaminan hari tua.
"Untuk itu, diperlukan kepedulian kita semua dalam rangka menyiapkan kondisi lansia yang sehat dan tangguh," kata Fatmawati.
Ia menambahkan BKKBN menghadirkan Program Sekolah Lansia dengan harapan tercipta lansia tangguh berdasarkan tujuh dimensi yang dirumuskan, baik dalam segi dimensi spiritual, dimensi fisik, dimensi vokasional, dimensi sosial, dimensi lingkungan, dimensi hobi dan dimensi intelektual.
"Diharapkan juga semua peserta wisuda ini bisa memberikan transfer ilmu kepada lingkungan keluarga masing-masing termasuk sebayanya, sehingga pengetahuan dan pemahaman untuk punya semangat hidup yang tinggi bisa sama-sama dirasakan manfaatnya," katanya. (*)
Bonus Demografi Peluang dan Tantangan, BKKBN Dorong Keluarga Berencana Jadi Masyarakat Berencana |
![]() |
---|
Cegah Stunting Sejak Dini, Calon Pengantin di Solok Dapat Bimbingan Khusus dari BKKBN Sumbar |
![]() |
---|
Lansia di Sumbar Tembus 570 Ribu Jiwa, BKKBN Ajak Manfaatkan Aplikasi Go Lantang |
![]() |
---|
Sudah Terbentuk 1.142, BKKBN Sumbar Dorong Kampung Keluarga Berkualitas Capai 100 Persen |
![]() |
---|
Dampingi Langsung, BKKBN Sumbar Harap Nagari Jawi-Jawi Solok Menang Kampung KB Tingkat Nasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.