Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Kesaksian Antan Lihat 7 Rumah Rata Disapu Banjir Bandang di Agam, Harap Cemas Sambil Peluk 5 Anaknya

Banjir bandang menghanyutkan tujuh unit rumah di Galuang, Kecamatan Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat. Pemilik selamatkan diri masing-masing.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Dua anak bermain di puing pondasi tempat tujuh unit rumah di Galuang, Kecamatan Sungai Pua, Agam Sumatera Barat hanyut dihantam banjir bandang, Selasa (14/5/2024) 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Banjir bandang menghanyutkan tujuh unit rumah di Galuang, Kecamatan Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat. Pemilik selamatkan diri masing-masing.

Seorang warga Antan, mengaku melihat langsung bagaimana kondisi ketujuh rumah itu dihantam banjir bandang pada Sabtu (11/5/2024).

Ia menyaksikan rumah itu hancur digulung banjir yang airnya sangat besar seperti melihat tsunami Aceh.

Air besar itu ditandai dengan bunyi guruh yang sangat keras dan berkelanjutan, membawa pohon, batu dan sampah.

"Rumah yang hanyut itu berada di belakang rumah saya, waktu bunyi guruh saya naik ke lantai dua dan melihatnya langsung," ujarnya.

Baca juga: Hanya Sisa Pondasi, Jhoni Wismar Tetap Kumpulkan Puing Rumah Pasca Banjir Bandang Agam Sumbar

Ia bersama lima anaknya saling berangkulan dan berdzikir melihat semua kejadian itu berlangsung.

Bahkan Antan langsung melaksanakan sholat hajat malam itu, pasrah jika memang air itu turut menghantam rumahnya.

Beruntung, banjir besar itu tidak mengahmpiri rumah Antan, beberapa jam setelah volume air berkurang ia keluar rumah.

"Di jalan, puing-puing rumah bagian belakang itu sudah menggunung tidak bergerak bersama pohon dan batu," terangnya.

Ia lihat ke bagian belakang tempat rumah hanyut, hanya satu rumah yang tersisa dalam kondisi setengah, sedangkan yang lain sudah rata.

Baca juga: Warga di Posko Utama Nagari Parambahan Tanah Datar Butuh Bantuan Makanan, Air Bersih, dan Pakaian

Pada malam itu, seorang penghuni rumah ditemukan hanyut ratusan meter, dalam kondisi luka parah dan dirawat di rumah sakit saat ini.

Keesokan harinya delapan orang lagi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan hari ini satu orang.

Saat ditanyai dimana posisi korban yang rumahnya hanyut, Antan mengaku tidak tahu pasti.

Kebanyakan korban menurutnya menyelamatkan diri masing-masing ke rumah saudaranya.

"Kadang pagi mereka datang, melihat dan mencari barang yang bisa diselamatkan, siang sudah tidak di sini lagi," jelasnya.

Para korban juga mengalami trauma ketika kembali melihat rumah mereka yang sisa pondasi tersebut.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved