Literasi Digital Pasbar

Literasi di Kelasku, Aku dan Sekolahku

SD Negeri 18 Kinali yang berada di Nagari Koto Gadang Jaya, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat merupakan sekolah tempat aku mengajar.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rahmadi
Dok. Pribadi
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) oleh Iswantini, S.Pd Guru SDN 18 Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat. 

Guru menjelaskan fungsi masing – masing pengurus dalam kelompok. Sehingga saat bekerja kelompok atau diskusi peserta didik dilatih disiplin, jujur, bekerja sama, bertukar pendapat, menghargai pendapat teman lain yang berbeda pendapatnya dengan kita.

Alhasil, dari kegiatan itu terlihat peserta didik sangat bersemangat dan antusias mengisi teka-teki silang tersebut. Setelah selesai berdiskusi kelompok, perwakilan kelompok diminta untuk membacakan hasil diskusinya dan kelompok lain memberikan tanggapannya.

Setelah selesai mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, kita sebagai guru memberi reward untuk tiap kelompok sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat siswa dalam belajar serta diakhiri dengan kegiatan diskusi kelas untuk menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Begitulah salah satu pembelajaran pemantapan kemampuan literasi yang kami lakukan dan terapkan pada peserta didik di kelas. Dimana kegiatan ini juga sudah saya jadikan Aksi Nyata di Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan topik “Literasi Meningkatkan Kompetensi Murid” serta yang diberi judul “Aktifitas Penguatan Literasi Teks Fiksi dan Non Fiksi (Guru)”.

Dari aksi nyata yang ditelah dilakukan itu, saya sudah mendapat sertifikat dari Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK).

Baca juga: YBM - Srikandi PLN Goes To Campus Bagikan Beasiswa Peduli Pendidikan

Untuk kita ketahui, dalam memantapkan kemampuan literasi peserta didik dapat kita lakukan dengan berbagai cara. Sesuatu yang baik harus dijadikan sebagai kebiasaan, kegiatan itu tidak mudah, namun tidak ada kata sulit bagi kita yang mau berusaha dan mencari solusinya.

Literasi bukan hanya diterapkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia saja, akan tetapi literasi diterapkan di semua mata pelajaran. Mudah-mudahan usaha yang kita lakukan bisa meningkatkan literasi peserta didik.

Mewujudkan kemampuan literasi peserta didik butuh waktu dan penuh kesabaran. Peserta didik yang banyak, memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda serta latar belakang yang berbeda sudah menjadi tugas guru untuk membimbing dan melatih dengan memakai pendekatan yang bervariasi, seperti pendekatan psikologi bagi peserta didik yang lambat dalam membaca.

Sebab, tugas guru mencerdaskan generasi bangsa. Begitulah Literasi yang saya terapkan kepada siswa-siawi saya di kelas dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi guru-guru yang ada di seluruh pelosok negeri ini.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved