Literasi Digital Pasbar

Literasi di Kelasku, Aku dan Sekolahku

SD Negeri 18 Kinali yang berada di Nagari Koto Gadang Jaya, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat merupakan sekolah tempat aku mengajar.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rahmadi
Dok. Pribadi
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) oleh Iswantini, S.Pd Guru SDN 18 Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat. 

Pada setiap kelas sudah disediakan rak buku dan sudut baca. Di dalam rak terdapat buku dengan berbagai bacaan teks fiksi dan para peserta didik membaca buku di waktu jam istirahat. Dalam waktu satu kali seminggu buku di sudut baca kelas ditukar sementara dengan buku yang ada di kelas. Kemudian peserta didik juga bisa bertukar membaca dengan teman – temannya.

Buku yang berisi teks fiksi adalah teks yang dibuat berdasarkan hayalan dan imajinasi pengarangnya. Contohnya : Cerpen, Fabel, Puisi, dan sebagainya. Sedangkan teks non fiksi adalah teks yang berdasarkan kejadian nyata, fakta, menyampaikan pengetahuan, menjelaskan argumen dan menjelaskan suatu topik tertentu. Contohnya : Buku pelajaran tumbuhan, hewan, ASEAN, dan lain sebagainya.

3. Kegiatan berkunjung ke Perpustakaan Sekolah

Peserta didik membaca buku di perpustakaan pada saat waktu senggang dan boleh meminjam buku di perpustakaan untuk dibawa pulang. Buku yang mau dipinjam dan dibawa pulang terlebih dahulu dicatat dulu oleh petugas perpustakaan yang berisikan data nama peminjam, kelas, hari/tanggal, judul buku, nama pengarang buku dan lamanya buku yang dipinjam untuk dibawa pulang adalah 3 hari. Setelah 3 hari buku dikembalikan lagi ke perpustakaan sekolah. Hal ini untuk mengantisipasi agar buku tidak rusak kalau lama – lama dirumah peserta didik.

4. Melatih peserta didik membuat sinopsis dari buku teks fiksi

Sinopsis adalah ringkasan cerita dari buku teks fiksi yang telah dibaca. Kemudian dibuat ringkasannya mulai dari apa judul buku,nama pengarangnya, jumlah halaman, dan lama peserta didik membaca satu buku. Kemudian membuat sinopsis pada kertas satu lembar dan selanjutnya sinopsisnya dibacakannya didepan kelas.

5. Melatih peserta didik membuat puisi

Puisi yang dibuat peserta didik temanya bebas, terserah peserta didik. Tema puisi tidak ditentukan oleh guru. Puisi tidak perlu panjang-panjang, cukup satu atau dua bait saja. Selanjutnya puisi yang telah dibuat dibacakan dihadapan teman-teman di depan kelas.

Baca juga: Ikhlas adalah Kunci Mendidik yang Berbuah Manis

6. Memajang hasil karya peserta didik di Majalah Dinding (Mading) kelas.

Karya yang dipajang bisa berbentuk puisi, sinopsis, seni rupa (gambar tumbuhan,hewan, peta, dan lain-lain), poster anti perundungan, anti intoleransi, dan anti kekerasan seksual (3 dosa pendidikan) yang sudah disosilisasikan oleh guru atau memajang hasil karya lain berbentuk dua dimensi.

7. Selalu menerapkan kesepakatan atau keyakinan kelas

Keyakinan kelas ini telah dibuat secara bersama, curah pendapat, dan diskusi kelas diawal tahun ajaran baru (bisa dirubah keyakinan kelas sesuai kesepakatan seluruh warga kelas) dan harus diterapkan setiap saat karena sudah disepakati secara bersama.

Disamping itu, dalam pembelajaran, penerapan penguatan literasi yang saya lakukan diantaranya adalah melakukan pembelajaran tentang pemantapan kemampuan literasi peserta didik dengan teks non fiksi dan mengisi teka-teki silang dengan materi peran Indonesia dalam ASEAN.

Sebelum mengisi teka-teki silang peserta didik terlebih dahulu membaca, mencermati dan memahami teks non fiksi peran Indonesia dalam ASEAN yang ditayangkan guru lewat proyektor infokus.

Siswa bekerja dalam kelompok, mengisi teka-teki silang sesuai materi yang telah dipaparkan guru. Dalam kelompok itu ada struktur organisasi seperti ketua, sekretaris, dan anggota.

Baca juga: Bijaksana Bermedia Sosial “Saring sebelum Sharing"

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved