Gunung Marapi Erupsi

Pos PGA Bukittinggi akan Penuhi Panggilan Polda Sumbar untuk Klarifikasi

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Teguh Purnomo membenarkan adanya surat pemanggilan oleh Polda Sumbar untuk meminta klarifikasi ...

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
Kepala Pos PGA Bukittinggi, Teguh Purnomo saat di wawancarai di kantornya, Rabu (13/12/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Teguh Purnomo membenarkan adanya surat pemanggilan oleh Polda Sumbar untuk meminta klarifikasi terkait erupsi Gunung Marapi pada hari Minggu (3/12/2023).

"Iya memang benar ada surat undangan dari Polda Sumbar untuk meminta klarifikasi," katanya, Rabu (13/12/2023).

Teguh mengatakan surat undangan tersebut baru diterimanya hari ini.

Dalam surat tersebut, pihak Polda Sumbar memberikan jadwal undangan pada hari Rabu (13/12/2023) pukul 10.00 WIB.

"Dalam hal ini, kita dari PGA sudah melaporkannya ke pimpinan PVMBG pusat. Kemudian pimpinan memberikan tanggapan berupa surat balasan untuk mengatur ulang jadwal pertemuan," katanya.

Menurut Teguh, pihaknya akan mengajukan jadwal pertemuan pada hari Rabu (20/12/2023) minggu depan.

"Nantinya pihak PVMBG pusat akan datang langsung ke Polda Sumbar dan insyaAllah akan kita dampingi," pungkasnya.

Baca juga: BKSDA Penuhi Panggilan Polda Sumbar Hari Ini, Jelaskan Soal Tragedi Erupsi Gunung Marapi

Sebelumnya, Polda Sumatera Barat akan melakukan pemeriksaan terhadap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait banyaknya korban yang berjatuhan akibat erupsi Gunung Marapi.

Gunung Marapi mengalami erupsi yang menyebabkan sebanyak 75 orang pendaki terjebak pada Minggu (3/12/2023).

Setelah dilakukan evakuasi oleh petugas gabungan, sebanyak 52 orang berhasil selamat dan 23 orang meninggal dunia.

Operasi evakuasi dihentikan ditutup setelah korban terakhir ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada Rabu (6/12/2023) malam.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk diperiksa terhadap BKSDA dan PVMBG (Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi).

Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan akan melakukan pemanggilan kepada kedua instansi tersebut pada Rabu (13/12/2023) besok.

"Rencana dilakukan pada hari Rabu, akan ada pemeriksaan terhadap pihak BKSDA dan PVMBG," kata Kombes Pol Dwi Sulistyawan, Selasa (12/12/2023).

Sebelumnya, Plh Kepala Balai KSDA Sumbar, Dian Indriati, saat dihubungi TribunPadang.com melalui sambungan telpon mengatakan akan siap jika ada pemanggilan dari Polda Sumbar.

"Sebagai warga negara yang baik jika ada pemanggilan dari Polda kita siap memberikan keterangan," Dian Indriati, Rabu (6/12/2023).

Dian Indriati menyebutkan BKSDA Sumbar belum mendapatkan surat pemanggilan dari pihak kepolisian.

Hal itu dikarenakan saat ini pihaknya ikut bersama dengan petugas gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban erupsi Gunung Marapi.

"Kita fokus ke pencarian korban dahulu. Akan tetapi kapanpun dilakukan pemanggilan, kita sebagai warga negara yang baik akan siap untuk memberikan keterangan," katanya.

Dian Indriati mengaku siap untuk memberikan keterangan bagaimana bisa dibukanya jalur pendakian ke Gunung Marapi.

Ia menceritakan bahwa dibukanya jalur pendakian ini pada 24 Juli 2023 setelah adanya deklarasi kesepakatan semua pihak, terutama Pemkab Tanah Datar, Pemkab Agam, Wali Nagari, dan lainnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Marapi Makan Korban, Polda Sumbar bakal Periksa BKSDA dan PVMBG

"Jadi kami jalankan tiket online, sekalian deklarasi dan booking online. Booking online ini untuk membatasi pengunjung, karena sebelumnya terjadi pungli dan intimidasi kepada petugas," katanya.

Pihaknya sebagai pengelola TWA Gunung Marapi dilakukan rapat dan diskusi dengan semua pihak agar dapat mengelola jalur pendakian ini dengan baik.

Indri menyebutkan dalam membuka jalur ini bekerja sama dengan tiga Nagari untuk bersama-sama mengelola kawasan TWA Gunung Marapi.

Selain itu untuk bersama-sama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di kawasan tersebut, sehingga tidak terjadi pungli.

"Jadi intinya kita bekerja sama dengan stakeholder terkait dengan dibuktikan dengan adanya penandatanganan deklarasi dukungan untuk meningkatkan pariwisata di Sumatera Barat," pungkasnya.

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved