Masyarakat Air Bangis Demo

Masyarakat Air Bangis yang Demo di Padang Dipaksa Bubar dan Pulang: "Tidak Ada Lagi Harapan"

Masyarakat Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, yang berdiam di Masjid Raya Sumbar dibubarkan oleh aparat pada Sabtu sore, sekira pu..

Penulis: Nandito Putra | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Nandito Putra
Sejumlah warga Air Bangis Pasaman Barat bersiap-siap untuk menaiki bus yang akan membara mereka pulang ke kediamannya, Sabtu (5/8/2023) dengan pengawalan polisi. Sebelumnya mereka berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumbar sejak Senin (31/7/2023) dan menginap di Masjid Raya Sumbar. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masyarakat Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, yang berdiam di Masjid Raya Sumbar dibubarkan oleh aparat pada Sabtu sore, sekira pukul 15.40 WIB.

Pantauan TribunPadang.com, ratusan aparat kepolisian dan Brimob meminta warga yang sudah menetap selama enam hari di Masjid Raya membubarkan diri.

"Tidak ada lagi harapan. Takut kami melihat polisi-polisi ini," kata Rusmiah, salah seorang warga, kepada TribunPadang.com.

Rusmiah mengaku takut saat ratusan aparat datang dan menggiring masyarakat naik ke atas bus yang sudah disediakan oleh Pemkab Pasaman Barat sejak siang tadi.

Pembubaran secara paksa ini juga bikin banyak anak-anak menangis ketakutan.

Sebagian masyarakat Pigogah Patibubur terlihat naik ke dalam bus dengan mata merah. Tatapan mereka kosong.

"Bagaimana caranya ini, bang. Apanya yang harus kami buat pas di kampung nanti," kata salah seorang warga kepada TribunPadang.com.

Pembubaran oleh aparat ini terjadi pada hari keenam aksi unjuk rasa oleh sekitar 1.500 warga menuntut Gubernur Sumbar, Mahyeldi, membatalkan rencana PSN di Air Bangis.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung berhari-hari lantara warga tetap bertahan dan ingin Mahyeldi datang menemui mereka.

Dipaksa Pulang

Warga Air Bangis, Pasaman Barat yang berunjuk rasa di Kota Padang dipulangkan paksa, Sabtu (5/8/2023).

Pantauan TribunPadang.com di Masjid Raya Sumbar, lokasi massa menginap, petugas polisi mengawal pemulangan para pendemo ini. Mereka diarahkan masuk ke dalam bus yang telah di siapkan.

Para pendemo akan diantarkan ke kediamannya di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Pasaman Barat.

Sejumlah peserta demo terlihat mengikuti perintah dari para petugas untuk masuk ke dalam kendaraan. 

Baca juga: Hampir Seminggu Berdemo di Padang, Wabup Pasbar Risnawanto Minta Warga Air Bangis Pulang

Para kaum laki-laki membimbing perempuan naik. Sebagian pendemo perempuan juga terlihat menggendong bayi dan memapah anak kecil. 

Sejumlah massa juga terlihat histeris dan menolak untuk naik. Beberapa juga terlihat ditenangkan oleh petugas dan meminta untuk masuk ke kendaraan dengan baik.

Salah seorang warga Air Bangis, Arif mengaku kecewa dipaksa pulang aparat, sebab beberapa rekan mereka masih berdiskusi dengan Gubernur Sumbar.

"Rencana kami tadi, setelah 10 orang diskusi di kantor gubernur, apa pun hasilnya kita pulang. Cuma ini, belum ada hasilnya kita sudah dipaksa pulang," ujar Arif.

Arif mengaku sebagian warga belum mau dipulangkan karena masih menunggu keluarga lainnya.

Lanjutnya, warga juga khawatir dan takut jika dipulangkan, rekannya yang ditangkap akan disiksa kepolisian.

Baca juga: Beredar Kabar Pemprov Sumbar akan Bubar Paksa Ribuan Warga Air Bangis, Ini Kata Mursalim

"Iya tadi ada beberapa ditangkap, kalau pulang sendiri-sendiri seperti ini, nanti tidak ketemu, susah jadinya," ujarnya.

Di lain sisi, Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pasaman Barat bersama pihak kepolisian menjamin pemulangan warga dengan selamat ke Air Bangis.

Sekedar informasi, para pendemo yang merupakan warga Air Bangis ini telah berunjuk rasa sejak Senin (31/7/2023).

Mereka berunjuk rasa soal kasus agraria yang selama ini terjadi di Air Bangis.

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved