Prinsip Sarmidi Penjual Pisang Membesarkan Anak hingga Berpangkat Letda, Brigadir dan Sarjana
Pria asal Tandikek, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat ini memilih menasehati anaknya daripada memarahi.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
Anak sulungnya Brigadir Edwar Fernando merupakan sarjana hukum, anak keduanya Siska Rahayu sarjana akutansi, anak keempat Letda Danil Febrio bergelar sarjana ekonomi dan anak keempatnya calon sarjana farmasi.
Baca juga: Kisah Mantan Pelaku Ilegal Logging di Tapan, Merajut Asa Merawat Hutan TNKS
Roda Kehidupan Berputar
Meski membesarkan anak dengan berjualan pisang, tiga dari enam anak Sarmidi sudah bekerja.
Anak pertamanya berpangkat brigadir bertugas di Pariaman, anak keduanya bekerja di kantor nagari dan anak keempatnya berpangkat Letda bertugas di Magelang.
Anak pertamanya Brigadir Edwar Fernando, lulus tes polisi pada tahun 2009, sebelum gempa besar melanda Sumbar.
"Waktu ia bilang lolos polisi, saya sangat kaget, tapi setelahnya rumah kami hancur akibat gempa," terangnya mengenang rasa haru dan bangga saat itu.
Pulang dari pendidikan, anak sulung beserta teman letingannyalah yang membantu memperbaiki rumahnya tersebut.
Baca juga: Kisah Sukses Suatril Pemilik Ladu Arai Pinang Ria, Pernah jadi Kernet hingga Penari Lintas
Sewaktu tahun 2022 anak keempatnya Letda Danil Febrio juga memberi kabar yang sangat mengharukan bagi Sarmidi.
Awal mula Danil mendaftar Akademi Militer (Akmil), ia hanya meminta ayahnya mengirimi sejumlah persyaratan. Persyaratan itu dikirim ke Danil di Pekanbaru tempat ia bekerja.
"Danil cuma bilang ayah doakan saja, nanti kalau sudah waktunya saya beri tahu," kata Sarmidi menirukan percakapan anak keempatnya di telfon waktu itu.
Selang beberapa bulan, Danil kembali menelponnya memberi informasi bahwa ia lulus tes terakhir Akmil di Magelang.
"Saya kaget, saya bilang ke Danil, saya tidak ada uang. Tapi ia hanya meminta doa dan restu pada saya," kenangnya.
Sehari sebelum Danil mengikuti tes terakhir, Sarmidi berangkat ke Pekanbaru bersama istrinya, untuk mengantar Danil ke bandara.
Baca juga: Kisah Muhammad Idhar Susetyo Naik Haji Gantikan Ibunya yang Sudah Meninggal
Berbeda dengan temannya yang ikut tes akhir di Magelang dari Pekanbaru, Danil hanya berangkat dengan angkutan umum, sedangkan yang lain menggunakan kendaraan pribadi.
Tapi, Sarmidi tidak berkecil hati, meski hanya dengan angkutan umum, ia mengiringi keberangkatan Danil dengan doa dan harapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Sarmidi-59-warga-Tandikek-Padang-Pariaman-yang.jpg)