Gempa Mentawai

Gempa Mentawai, 3 Fasilitas Umum Rusak Ringan di Siberut Barat, Puskesmas, Gereja hingga Sekolah

Beberapa bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa Mentawai, Senin (29/8/2022).

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
istimewa
Kerusakan Puskesmas Betaet akibat gempa Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumbar, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, MENTAWAI - Beberapa bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa Mentawai, Senin (29/8/2022).

Gempa Mentawai terakhir terjadi pukul 10.29 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,4 dan memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1.

Berdasarkan data BMKG, gempa Mentawai ini merupakan kelanjutan aktivitas gempa yang terjadi sebelumnya pada pukul 00.04 WIB dengan M4,9 dan pukul 05.34 WIB dengan M5,8.

BMKG juga menyebutkan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng segmen Megathrust Mentawai-Siberut.

Baca juga: Murid SD Negeri 17 Guguak Kota Pariaman Dipulangkan Akibat Gempa Mentawai

Baca juga: Di Desa Bosua Sipora Selatan saat Gempa Mentawai, Feriyanto Rasakan 5 hingga 10 Menit Diayun

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian gempa bumi ini," kata Kepala Pelaksana BPND Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi.

Sedangkan untuk kerusakan terjadi di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai.

 Puskesmas Betaet akibat gempa di Kepulauan Mentawai, Sumbar, Senin (29/8/2022).
Retakan bangunan Puskesmas Betaet akibat gempa di Kepulauan Mentawai, Sumbar, Senin (29/8/2022).

"Informasi sementara ada tiga bangunan rusak di Kecamatan Siberut Barat. Bangunan itu terdiri dari SMPN 3 Simalegi, Puskesmas Betaet, dan rumah ibadah atau gereja," kata Novriadi.

Kata dia, ketiga bangunan ini mengalami kerusakan ringan dan ada bagian dinding yang retak-retak.

Getaran Cukup Lama

Gempa Mentawai berkekuatan M6.4 yang terjadi Senin (29/8/2022) ikut dirasakan oleh warga di Desa Bosua, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Namun, menurut Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa Bosua, Feriyanto Gulo, warga di desa tidak begitu panik dengan gempa Mentawai yang terjadi.

Pantauan sementara Feriyanto di Desa Bosua, belum ditemukan kerusakan akibat gempa Mentawai yang terasa cukup lama.

Baca juga: Gempa Guncang Mentawai Berulang Kali, Warga Siberut Selatan: Kami Was-was

Baca juga: Update Gempa Mentawai Magnitudo 6,4, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Dituturkan Feriyanto saat dihubungi TribunPadang.com, dirinya sedang berada di Kantor BPD Bosua saat gempa terjadi.

Durasi gempa cukup lama dirasakannya.

Setelah gempa M6,4 menguncang, disusul sejumlah gempa kecil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved