Kota Pariaman

Program Satu Keluarga Satu Industri Kota Pariaman, Harapan Baru UMKM di Tengah Keterbatasan Anggaran

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pariaman tetap menunjukkan komitmen kuat untuk memberdayakan ekonomi

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
PROGRAM UNGGULAN: Melalui program ambisius "Satu Keluarga Satu Industri Rumah Tangga", sebanyak 60 pelaku UMKM akan menerima bantuan pada tahun 2025. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengakui bahwa kendala anggaran membuat program ini harus berjalan secara bertahap. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pariaman tetap menunjukkan komitmen kuat untuk memberdayakan ekonomi warganya.

Melalui program ambisius "Satu Keluarga Satu Industri Rumah Tangga", sebanyak 60 pelaku UMKM akan menerima bantuan pada tahun 2025.

Program ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, melainkan sebuah strategi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengakui bahwa kendala anggaran membuat program ini harus berjalan secara bertahap.

"Kemampuan keuangan kita terbatas, tidak semua bisa direalisasikan hari ini," ujar Yota, dikonfirmasi, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Kolaborasi Pusat-Daerah, Kunci Pariaman Hadapi Darurat Sampah Melalui Inovasi Sebotik & Sabiju Liber

Namun, ia optimis bahwa dalam lima tahun ke depan, dampak positif dari program ini akan dirasakan oleh lebih banyak keluarga.

Program ini memiliki pendekatan holistik, Selain memberikan bantuan alat produksi, Pemkot Pariaman juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan dan pendampingan intensif.

Tujuannya adalah memastikan para pelaku usaha memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.

Program ini menyasar tidak hanya UMKM yang sudah berjalan, tetapi juga keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar mereka bisa mengembangkan usaha dan mengangkat perekonomian keluarga.

Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan dan Pelanggaran, Edukasi Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah di Pariaman

"Kami fokus pada usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi setiap keluarga, sekaligus memperkuat jejaring usaha mikro yang saling mendukung," jelas Yota.

Wali Kota Yota Balad berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja mandiri hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyoroti peran penting perempuan dalam program ini.

Baca juga: Tiga Kandidat Lolos Seleksi Sekda Kota Pariaman, Dua dari Luar Daerah Satu dari Internal Pemko

"Program ini juga berkontribusi pada pemberdayaan perempuan, karena seringkali perempuan menjadi penggerak utama dalam industri rumah tangga," pungkasnya.

Melalui langkah strategis ini, Pemkot Pariaman berusaha mengubah tantangan menjadi peluang, membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menjadi kunci untuk memajukan ekonomi lokal, meskipun dengan anggaran yang terbatas.

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved