Pisang Kapik, Jajanan Tradisional di Bukittinggi yang Jadi Favorit untuk Berbuka Puasa

Pisang 'Kapik' merupakan panganan tradisional di Kota Bukittinggi yang paling diburu di bulan Ramadhan.  Bersaing dengan jajanan modern, jajanan ini

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Pisang Kapik buk Anik di belakang Gedung Pasar Ateh, Bukittinggi, Minggu (17/4/2022) 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Pisang 'Kapik' merupakan panganan tradisional di Kota Bukittinggi yang paling diburu di bulan Ramadhan. 

Bersaing dengan jajanan modern, jajanan ini tak kalah lakunya.

Di bulan suci Ramadhan ini, pisang 'kapik' dapat menjadi salah satu pilihan takjil untuk berbuka puasa.

Baca juga: Pasar Pabukoan di Depan Pertokoan IPPI Padang Telah Dibuka Wali Kota, Aneka Menu Makanan Tersaji

Baca juga: Hukum Mencicipi Makanan Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, Rasakan di Ujung Lidah dan Tidak Ditelan

Terbuat dari pisang mengkal yang dipanggang lalu di geprek (kapik) jajanan ini memiliki cita rasa tersendiri yang khas.

Apalagi disajikan dengan parutan kelapa yang diaduk dengan gula aren cair. 

Di Kota Bukittinggi sendiri tak terlalu banyak pedagang yang menjual makanan ini.

Baca juga: Berikut 4 Resep Masakan yang Cocok untuk Lauk Sahur, Ada Kering Tempe Teri Hingga Tumis Tahu

Baca juga: Resep Masakan - Cara Mudah Membuat Ayam Suwir Enak, Bagi Pemula juga Bisa!

Namun, bagi Tribunners yang ingin mencicipinya dapat menemuinya di kawasan Pasar Ateh.

Di sana terdapat beberapa pedagang yang menjajal pisang kapik ini di beberapa titik lokasi.

Salah satunya di belakang gedung Pasar Ateh. 

Baca juga: Resep Masakan dan Cara Membuat Sop Daging Goreng Berempah, Bisa Jadi Menu Utama Makan Siang

Baca juga: Rekomendasi Resep Masakan Dendeng Batokok Khas Padang dan Berikut Cara Praktis Membuatnya

Terdapat seorang ibu paruh baya bernama Anik yang sudah menjual pisang 'kapik' selama 50 tahun lamanya.

Pisang 'kapik' yang ia jual di banderol seharga Rp5.000 untuk yang berukuran kecil dan Rp8.000 yang besar.

Selama bulan Ramadhan ini ia mulai berjualan dari siang hingga menjelang berbuka puasa.

"Pisang 'kapik' yang saya jual masih tradisional, tidak pakai keju dan cokelat," katanya ditemui TribunPadang.com, Minggu (17/4/2022). (*)

 

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved