Kabupaten Padang Pariaman

Update 117 Ha Sawah Diserang Hama Wereng di Padang Pariaman, Ada Lima Langkah Pengendalian Pertanian

Sepanjang Tahun 2021, seluas 117 hektare (Ha) lahan pertanian padi atau sawah di Kabupaten Padang Pariaman diserang hama wereng

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Sepanjang Tahun 2021, seluas 117 hektare (Ha) lahan pertanian padi atau sawah di Kabupaten Padang Pariaman diserang hama wereng.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman mengimbau masyarakat untuk kedepannya melakukan lima langkah pengendalian pertanian. 

Pertama, ungkapnya mengenai pergiliran varietas, bagi petani yang semula menggunakan benih padi PB 42 hendaknya menggantinya dengan benih yang lebih tahan hama.

"Dari PB 42 jadi batang paiaman atau varietas lainnya, misalnya putuih kapanai, kuruik kusuik, atau banang pulau," ujar Yurisman, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Sebanyak 117 Ha Lahan Pertanian di Padang Pariaman Diserang Hama Wereng Selama 2021

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Kedua, mengenai pergiliran tanaman, bagi petani yang selama ini menanam padi, hendaknya menanam jagung.

Langkah tersebut, dimaksudkannya dalam rangka memutus rantai hama itu.

"Kalau hama-kan biasanya makanannya padi, kalau ditanam jagung tentu hama tidak ada," tambah Yurisman.

Ketiga, menanam tanaman Refugia disekeliling sawah atau di pematang sawah.

"Gunanya, hama wereng akan dimakan oleh musuh alaminya yakni kumpang-kumbang yang ada ditanaman ferugia. Itulah musuh alaminya, secara biologis seperti itu," imbuhnya.

Keempat, petani diharapkan secara terus menerus dapat mendeteksi dini tanamannya.

"Diharapkan petani dapat mengamati sawah tiap hari atau sekali seminggu. Kalau ada yang aneh seperti menguning atau memerah, segera beri tahu penyuluh pertanian atau pengamat hama," ujar KadistanKP.

Terakhir kata dia, atau yang Kelima, jika memang hama sudah tak terbendung, cara lain ditindaklanjuti secara kimiawi, atau disemprot dengan racun.

"Sebelum berkembang, harus disemprot dulu dengan racun," ujar dia lagi.

Kedepannya, di tahun 2022, Yurisman berharap komitmen semua pihak untuk bersama-sama memperhatikan pertanian masyarakat.

"Komitlah kita bersama-sama, petani, penyuluh di lapangan, pengamat hama, nagari, Pemkab atau stake holder untuk memperhatikan sektor pertanian ini," ujar Yurisman lagi.

Ia berharap, semua pemerintah nagari yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dapat menggunakan alokasi dana desa untuk menangani permasalahan pertanian.

Karena, dalam aturannya sebanyak 20 persen dari alokasi dana desa diperuntukkan untuk ketahanan pangan di masing-masing nagari.

"Sudah banyak di nagari yang melakukannya, tetapi memang belum semuanya," tutur dia.

Ia menjabarkan, alokasi dana desa sebanyak 20 persen itu setidaknya bisa digunakan untuk pengendalian hama, pembelian benih atau bibit, atau untuk memperbaiki irigasi di nagari.(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved