Breaking News:

Terkait Pemindahan Kadis Kesehatan Padang, Pengamat Asrinaldi: Jika Tidak Cocok Ajukan Saja ke KASN

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid merasa tidak cocok dengan jabatan barunya bisa ajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
istimewa
Pemerintah Kota Padang melantik sebanyak sembilan orang pejabat eselon II di awal tahun 2022 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Andalas Asrinaldi membeberkan bahwa jika mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid merasa tidak cocok dengan jabatan barunya bisa ajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ferimulyani Hamid diketahui saat ini dipindahkan dari Dinas Kesehatan menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip setelah dilakukan penyegaran 9 pejabat Eselon II oleh Wali Kota Padang Hendri Septa.

Baca juga: Selama Tahun 2021 Pemko Padang Berhasil Kumpulkan 29 Penghargaan Tingkat Provinsi dan Nasional

Baca juga: Pemko Padang Panjang Jajaki Program Kuliah ke Jerman untuk Pemuda, Wako Fadly Amran, Respon Positif

Pemindahan ini menurut Asrinaldi tidak sesuai dengan keahlian dan latar belakang yang dimiliki oleh Ferimulyani sebagai seorang dokter.

"Saya rasa ini sudah menyalahi prinsip dari birokrasi modern yang pada saat ini harusnya jadi acuan dalam sebuah pemerintahan," bebernya.

Baca juga: Pemko Padang Lelang 7 Jabatan Eselon II, Pengamat Asrinaldi: Jangan Sampai Hanya Sekadar Formalitas

Baca juga: Pemindahan Kadis Kesehatan Kota Padang, Asrinaldi: Ini Menyalahi Birokrasi Modern dan Merit Sistem

Sehingga melalui penyegaran ini akhirnya tidak mencerminkan merit sistem yaitu manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras agama, asal usul, jenis kelamin dan kondisi kecacatan.

"Merit sistem ini sendiri sudah diatur dalam undang-undang terkait aparatur sipil negara, namun penyegaran yang dilakukan Wali Kota Padang saat ini menurut saya bertentangan," terangnya.

"Saya juga melihat melalui pemindahan ini Wako Padang coba menonjolkan kekuasaannya dari pada bagaimana keseimbangan birokrasi dalam mendukung sistem pemerintahan," sambungnya.

Baca juga: Pemko Padang Lelang 7 Jabatan Eselon II, Pengamat Asrinaldi: Jangan Sampai Hanya Sekadar Formalitas

Baca juga: Soal DIM, Akademisi Unand Asrinaldi: RUU Provinsi Sumbar Tak Memberi Ruang Otonomi Asimetris

Bagi Asrinaldi, jika Ferimulyani Hamid merasa tidak cocok dengan pemindahan ini, ia bisa adukan pada KASN.

"Menurut saya kalau Ferimulyani merasa tidak cocok bisa diadukan ke KASN saja," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved