Breaking News:

Sweater Ungu hingga Test Pack Jadi Bukti Aksi Bejat Pacar di Padang, Kini Berurusan dengan Polisi

Saat itu, pelaku sempat menyekap mulut korban. Pelaku sempat berjanji untuk akan menikahi korban

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) tangkap seorang lelaki inisial RA (19) yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pelaku berinisial RA (19) diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial AY (17).

Inisial RA (19) diduga melakukan aksi bejatnya bulan Ramadhan lalu tepatnya April 2021 sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Modus Pelaku Cabul di Kota Padang: Korban Disarankan Kecilkan Ukuran Baju, Diajak Masuk ke Rumahnya

Baca juga: Kakek Penjual Mainan Cabuli 8 Anak, Suka Beri Mainan dan Uang ke Korban

Ps Kanit PPA Polda Sumbar, Ipda Rini Anggraini, mengatakan kejadian ini terjadi di sebuah rumah kosong di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Ia mengatakan, pelaku dan korban berstatus pacaran dan sudah saling kenal.

"Pelaku diduga melakukan tindak pidana ini lebih dari 2 kali. Saat ini pelaku sudah kita amankan beserta dengan barang bukti," katanya.

Pihaknya mengamankan barang bukti berupa sehelai sweater lengan panjang warna ungu, dan sehelai baju lengan pendek warna-warni bergambar kartun.

Selain itu, juga diamankan barang bukti 2 helai celana panjang, dan alat tes kehamilan merek Steril Pregnancy Test Strip warna kuning.

Baca juga: Follow up Kakak Adik di Padang Dicabuli: Unit PPA Satreskrim Polresta Upaya Hilangkan Trauma Korban

"Kejadian ini terjadi pada bulan April, modusnya dengan mengajak korban jalan-jalan menggunakan sepeda motor ke daerah Ulu Gadut," katanya.

Selanjutnya pelaku mengajak korban masuk ke sebuah rumah kosong dan selanjutnya terjadi tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

"Saat itu, pelaku sempat menyekap mulut korban. Pelaku sempat berjanji untuk akan menikahi korban," katanya.

Namun, setelah korban hamil 7 bulan dan pelaku tidak mau untuk bertanggung jawab.

"Terhadap pelaku sudah dilakukan penahanan sejak 28 November 2021," katanya.

"Pasal yang kita terapkan adalah Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti  Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," katanya.(*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved