Breaking News:

BKSDA Sumbar Titipkan Satwa Jenis Siamang di Lembaga Konservasi Kalaweit Indonesia

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat titip rawat satwa dilindungi jenis siamang (Symphalangus syndactylus) ke Lembaga Konservasi

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Ist BKSDA Sumbar
Seekor siamang dititipkan untuk perawatannya di LK Kalaweit Indonesia, Kamis (4/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat titip rawat satwa dilindungi jenis siamang (Symphalangus syndactylus) ke Lembaga Konservasi Kalaweit Indonesia di Supayang Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Satwa tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.

Baca juga: BKSDA Sumbar Selamatkan Induk & Anak Trenggiling di Agam, Warga Temukan saat Melintas di Jalan Raya

Baca juga: Beruang Madu Masuk Kebun dan Permukiman Warga Kabupaten Agam, BKSDA Langsung Lakukan Penanganan

 

Siamang ini berjenis kelamin betina dan berumur sekitar 8 tahun.

Selanjutnya dititip rawatkan ke Lembaga Konservasi Kalaweit Indonesia pada Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Dugaan Perdagangan Satwa Dilindungi di Padang Pariaman, BKSDA Sumbar Rinci Pelaku dan Barang Bukti

Baca juga: Warga dan Petugas BKSDA Sumbar Usir Harimau Sumatera di Solok Selatan, Dikabarkan Terkam Anak Sapi

Titip rawat ini dilakukan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III. Sebelumnya, satwa ini telah dirawat sementara di kandang transit Kantor SKW III Sijunjung.

Plh Kepala Seksi KW III, Novtiwarman, mengatakan satwa ini dirawat di Kantor SKW III Sijunjung selama hampir 2 bulan sejak tanggal 12 September 2021.

Baca juga: Warga Solok Selatan Dikagetkan dengan Suara Harimau Sumatera, BKSDA Turun Melakukan Pengusiran

Ia mengatakan, menurut koordinator medis LK Kalaweit Indonesia satwa dalam kondisi sehat dan sebelum direhabilitasi terlebih dahulu akan menjalani tes swab serta karantina selama 14 hari.

“Kami berharap dengan semakin sadarnya masyarakat Sumbar dalam menyerahkan satwa liar yang dilindungi maka akan tertutup perburuan satwa nya mengingat trend permintaan semakin berkurang,” ujar Novtiwarman, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: Soal Kemunculan Buaya Kawasan Pantai Kabupaten Pesisir Selatan, BKSDA Duga Sedang Bermigrasi 

Jual beli satwa liar dilindungi diancam dalam Udang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta rupiah.

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved