Breaking News:

Uji 86 Sampel Takjil, BPOM Padang Temukan Cendol Delima Mengandung Pewarna Berbahaya

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang telah melakukan pengawasan pangan takjil di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat

tribunPadang.com/RimaKurniati
Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang menunjukan cendol delima mentah yang mengandung bahan berbahaya, Senin (10/5/2021). BPOM Padang menguji 86 sampel takjil yang diambil di beberapa tempat selama Ramadhan 2021. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang telah melakukan pengawasan pangan takjil di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala BPPOM di Padang Firdaus Umar mengatakan pengawasan tahun ini sudah dimulai sejak minggu pertama bulan Ramadhan.

Menurutnya, hasil pengawasan hingga minggu keempat bulan April masih ditemui bahan berbahaya pada pangan takjil, yakni pewarna merah (Rodhamin B).

Baca juga: Uji Sampling Takjil di Pariaman dan Padang Pariaman, BPOM Belum Temukan Pangan Pakai Bahan Berbahaya

Baca juga: Periksa 14 Takjil BPOM Padang Temukan 2 Sampel Mengandung Pewarna Tekstil Rhodamin B

"Dari 86 sampel yang diuji, terdapat dua sampel yang mengandung pewarna yang dilarang atau 2,32 persennnya," kata Firdaus Umar, Senin (10/5/2021).

Dua sampel ini, yakni cendol delima dan delima mentah, yang ditemukan di Pasar Bandar Buek, Kota Padang.

Terkait temuan ini, BPOM Padang sudah memastikan melalui pemeriksaan di laboratorium.

Kepala BPOM di Padang menunjukan cendol delima mentah yang mengandung bahan berbahaya, Senin (10/5/2021). BPOM menguji 86 sampel takjil sebagai bentuk pengawasan pangan takjil di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BPOM di Padang menunjukan cendol delima mentah yang mengandung bahan berbahaya, Senin (10/5/2021). BPOM menguji 86 sampel takjil sebagai bentuk pengawasan pangan takjil di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar). (tribunPadang.com/RimaKurniati)

"Pedagang yang menjual takjil berbahan berbahaya ini juga sudah ditanyakan, mereka mengaku mendapatkannya dari pedagang lain," kata Firdaus Umar, Senin (10/5/2021).

Menurutnya, hingga kini BPOM di Padang masih menelusuri terkait sumber cendol delima dan delima mentah tersebut.

"Kepada pedagang yang ditemukan menjual takjil mengandung bahan pewarna kita lakukan pembinaan," ujar Firdaus Umar.

Halaman
12
Penulis: Rima Kurniati
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved