Breaking News:

Mahyeldi Hanya Bolehkan 4 Daerah di Sumbar untuk Gelar Salat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

Gubernur Mahyeldi hanya membolehkan 4 daerah di Sumatera Barat (Sumbar) untuk menggelar salat Idul Fitri berjemaah di masjid atau lapangan.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat ditemui, Kamis (1/4/2021) lalu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Mahyeldi hanya membolehkan 4 daerah di Sumatera Barat (Sumbar) untuk menggelar salat Idul Fitri berjemaah di masjid atau lapangan.

Sementara warga di 15 daerah lainnya di Sumbar diminta untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Hal ini menyusul surat edaran yang dikeluarkan Gubernur Mahyeldi pada 8 Mei 2021.

15 Daerah yang dilarang untuk melaksanakan salat Idul Fitri berjemaah di masjid atau lapangan tersebut, karena berada pada zona merah dan oranye.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Cek Fisik Kendaraan Dinas Pemprov Sumbar, Sopirnya Diminta Tes Urine

"Daerah yang penyebaran covid-19 tergolong tinggi, yaitu daerah zona merah dan zona oranye salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam Surat Edaran Nomor 08/Ed/GSB-2021 yang ditandatangani, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut Mahyeldi menyebutkan, hanya empat daerah di Sumbar yang diizinkan menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Sebab, 4 daerah itu sudah masuk zona kuning daerah risiko rendah penularan Covid-19.

Adapun daerah yang masuk zona kuning yakni Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Solok, dan Kabupaten Dharmasraya.

Baca juga: 4 Daerah di Sumatera Barat yang Diizinkan Buka Objek Wisata Saat Libur Idul Fitri 2021

Meski dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka, Mahyeldi mengingatkan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat pada daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran covid-19 tersebut.

"Pelaksanaan salat Idul Fitri yang dilakukan di masjid atau lapangan terbuka, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan berpedoman kepada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE 07 Tahun 2021," tegas Mahyeldi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved