Breaking News:

Dugaan Penyelewengan Dana Covid

Pengamat Hukum Pidana Bicara soal Dugaan Penyelewengan Dana Corona Sumbar: Tega Benarlah Mereka

Pengamat Hukum Pidana Universitas Ekasakti Padang, Sahnan Sahuri Siregar menilai yang menjadi inti dalam hukum pidana adalah niat jahat.

Shutterstock
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengamat Hukum Pidana Universitas Ekasakti Padang, Sahnan Sahuri Siregar menilai yang menjadi inti dalam hukum pidana adalah niat jahat.

Hal itu ia lontarkan saat menanggapi adanya indikasi penyimpangan anggaran penanganan covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020.

Dari total dana covid-19 Rp 160 miliar, ada dugaan penyelewengan sebesar Rp 49 miliar.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 Sumbar, Pengamat Hukum Kesehatan: Sanksinya Hukuman Mati

"Paling tidak, tentu pemerintah tahu kondisi ini kondisi kedaruratan, di mana masyarakat membutuhkan bantuan. Mestinya tentu tidak ada penyelewengan-penyelewengan."

"Kalau terjadi juga penyelewengan, tentu tega sekali. Tega benarlah mereka itu," jelas Sahnan Sahuri Siregar, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, pelaku penyelewengan dana covid-19 tentu harus mendapat sanksi yang serupa.

Sebab, penyelewengan bantuan dana covid-19 itu termasuk kategori kejahatan yang luar biasa.

Oleh karena hal itu menyangkut persoalan hukum, menurutnya tentu harus diminta pertanggungjawaban secara hukum pula.

Baca juga: Dugaan Mark Up Dana Hand Sanitizer, Pansus DPRD Sumbar: Harga dari Rp 9 Ribu Menjadi Rp 35 Ribu

"Pemerintah harus buka-bukaan soal dana covid-19 itu. Tidak bisa tertuduh seperti itu apalagi penyelewengan-penyelewengan semacam itu," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved