Breaking News:

Berita Universitas Bung Hatta

Universitas Bung Hatta Miliki Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan, Gubernur: Siapkan Draft MoU

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendukung pendirian Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Bung Hatta.

ISTIMEWA/DOK.UNIV.BUNG HATTA
Gubernur Irwan Prayitno bersama Tim Universitas Bung Hatta dipimpin Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, M.B.A melakukan sesi foto bersama seusai audiensi, Senin (8/2/2021) di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Kota Padang.   

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendukung pendirian Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Bung Hatta.

Hal itu terungkap saat Gubernur Irwan Prayitno serta Kepala Dinas ESDM Sumbar, menerima kunjungan audiensi Tim Universitas Bung Hatta yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, M.B.A bersama Wakil Rektor I serta Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Prof Dr Reni Desmiarti beserta para-Wakil Dekan, Senin (8/2/2021) di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Kota Padang.  

Rilis dari Wakil Rektor 3 Bagian Mahasiswa dan Kerja-sama, Universitas Bung Hatta, Dr. Hidayat, M.T IPM mengemukakan secara spesifik, dalam pertemuan yakni membicarakan tindak lanjut kerja sama Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan di FTI Universitas Bung Hatta dengan pemerintah daerah dan PT Supreme Energy.

Menurutnya, pendirian prodi ini merupakan rekomendasi dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan berkat kerja sama antara Universitas Bung Hatta, PT Supreme Energy Muaro Laboh, dan Institut Fur Angewandtes Stoffstrommanagement (IfaS) Birkenfeld-Germany dalam upaya mendukung pengembangan Energi Terbarukan di Provinsi Sumbar.

FTI Universitas Bung Hatta Rancang Seminar Online Merdeka Belajar - Kampus Merdeka

Rektor UBH Luncurkan Bilik Disinfektan Karya Tim FTI, Putus Rantai Penyebaran Covid-19

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumbar, Prof. Dr. Irwan Prayitno mengatakan momentum ini adalah kesempatan baik yang harus segera ditindaklanjuti.

"Kami berharap Universitas Bung Hatta segera menyiapkan draft MoU (Memorandum of Understanding), yang akan diteruskan ke PT Supreme Energy," ujar gubernur yang dikutip dari rilis kepada TribunPadang.com, Selasa (9/2/2021).

Sementara itu, Dekan FTI Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Reni Desmiarti, M.T menyebutkan Prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan menjadi salah satu program studi yang dibutuhkan dan memiliki peranan penting dalam berbagai sektor industri yang memanfaatkan energi terbarukan.

"Di Program studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan, mahasiswa mempelajari berbagai macam energi terbarukan, seperti bahan bakar nabati (biofuel), geothermal, energi proses, energi dari biomassa dan biogas, energi listrik, energi mikrohidro, energi surya, energi angin, pengembangan dan rekayasa energi baru," kata Prof. Dr. Reni Desmiarti, M.T.

Lanjutnya, energi terbarukan akan menjadi sumber energi dominan bagi manusia di masa depan, karena cadangan sumber energi berbasis fosil semakin berkurang dan akan habis.

"Pemanfaatan energi terbarukan lebih ramah lingkungan memperkecil dampak negatifnya terhadap perubahan iklim," paparnya.

Gubernur Irwan Prayitno serta Kepala Dinas ESDM Sumbar, menerima kunjungan audiensi Tim Universitas Bung Hatta dipimpin Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, M.B.A bersama Wakil Rektor I serta Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Prof Dr Reni Desmiarti yang didampingi Wakil Dekan, Senin (8/2/2021) di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Kota Padang.  
Gubernur Irwan Prayitno serta Kepala Dinas ESDM Sumbar, menerima kunjungan audiensi Tim Universitas Bung Hatta dipimpin Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, M.B.A bersama Wakil Rektor I serta Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Prof Dr Reni Desmiarti yang didampingi Wakil Dekan, Senin (8/2/2021) di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Kota Padang.   (ISTIMEWA/DOK.UNIV.BUNG HATTA)
Halaman
123
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved