Breaking News:

Berita Universitas Bung Hatta

Universitas Bung Hatta Miliki Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan, Gubernur: Siapkan Draft MoU

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendukung pendirian Program Studi Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Bung Hatta.

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.UNIV.BUNG HATTA
Gubernur Irwan Prayitno bersama Tim Universitas Bung Hatta dipimpin Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, M.B.A melakukan sesi foto bersama seusai audiensi, Senin (8/2/2021) di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Kota Padang.   

Sejauh ini lanjutnya energi terbarukan memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan karena pemerintah di seluruh dunia sedang berusaha untuk mengatasi perubahan iklim akibat adanya gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pemakaian energi fosil.

"Di seluruh dunia, hampir 10 juta orang bekerja dalam bidang energi terbarukan pada tahun 2016. Menurut ONS (statistik pro resmi), 48.000 orang bekerja di bidang energi terbarukan di Inggris pada tahun 2015 - bagian dari 234.000 orang yang bekerja di bidang ekonomi karbon,"timpal Prof. Reni.

Mengingat perkembangan industri energi terbarukan saat ini sangat pesat di berbagai negara, seperti geothermal, energi surya, energi air, energi angin dan biomassa, menyebabkan kebutuhan sumber daya manusia untuk bidang ini juga meningkat.

Aqua Dwipayana Motivasi Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Kenalkan REACHA untuk Komunikasi Efektif

15 Mahasiswa Universitas Bung Hatta Jalani Magang di PT Inalum dan BUMN Lainnya

Tujuan Pendirian Prodi

Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, M.B.A mengatakan bahwa di FTI terdapat Prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan yang merupakan program studi dengan tujuan menghasilkan lulusan terbaik.

Yakni, menurutnya lulusan yang memiliki kemampuan teknis di bidang teknik energi terbarukan serta memiliki karakter seorang wirausaha.

Di samping, imbuhnya selalu mempertimbangkan sisi bisnis yang selalu sigap dan tanggap terhadap setiap peluang yang muncul.

Tentang peluang lulusan prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan dikatakan punya prospek cerah karena Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang berlimpah dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan.

Mahasiswa yang memilih Program Sarjana Terapan (S.Tr) memiliki beban kredit minimal 144 SKS dan ditempuh dalam waktu 4 (empat) tahun. Rancangan kurikulum terdiri atas 85 SKS teori dan 59 sks praktikum.

Pelaksanaan praktikum dilakukan di laboratorium maupun berupa magang di indusri/lapangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved