Breaking News:

Webinar

Sejarah FIB Unand Gelar Webinar: Kajian terhadap Kekerasan Seksual dan Gender terhadap Perempuan

Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menyelenggarakan webinar; Lecturer Program pada Minggu (25/10/2020) mulai

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/PRODI SEJARAH FIB UNAND
Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand) menggelar Webinar Lecturer Program yang kedua pada Minggu (25/10/20202) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wib secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube. Nara sumbernya Dr. Annie Pohlman, Sejarawan dan Dosen senior di Universitas Queensland, Australia, serta dipandu oleh Moderatornya, Diah Tjahaya Iman, M. Lit., PhD., seorang dosen Sastra Inggris FIB Unand. 

TRIBUNPADANG.COM - Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menyelenggarakan webinar; Lecturer Program pada Minggu (25/10/2020) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Webinar kali ini juga berlangsung secara virtual atau dalam jaringan (daring) yakni melalui aplikasi zoom dan live youtube.

Seminar daring kali ini mengundang nara sumber sekaligus pembicara Dr. Annie Pohlman, salah seorang sejarawan sekaligus dosen senior di Universitas Queensland, Australia, serta dimoderatori oleh, Diah Tjahaya Iman, M. Lit., Ph.D., seorang dosen Sastra Inggris FIB Unand.

Baca juga: Catatan Webinar MSI Cabang Sumbar, Narasumber Khairul Jasmi: Sejarah Lokal Masih Terabaikan

Baca juga: Webinar History and Health in Asia di Sejarah FIB Unand Berakhir, Etnik dan Pandemi Jadi Bahasan

Yenny Narny, SS, MA, Ph.D selaku panitia penyelenggara menyebutkan dalam seminar kali ini, Dr. Annie Pohlman mengangkat topik “Examining Sexual and Gender-Based Violence Against Women in Comparative Mass Violence Contexts” atau Kajian terhadap Kekerasan Seksual dan Gender terhadap Perempuan dalam Konteks Perbandingan Kekerasan Massal.

"Dalam presentasinya, Dr. Annie Pohlman mengawali pembicaraannya mengenai kekerasan terhadap perempuan yang terdapat di tiga negara dalam bukunya, yaitu Negara Ruanda, Bosnia, dan Indonesia. Pembunuhan massal yang terjadi di ketiga negara ini mencakup kekerasan sosial seperti penyekapan, kekerasan seksual, bahkan penghilangan suatu etnik," ujar Yenny Narny melalui rilisnya, Senin (26/10/2020).

Dr Annie menjelaskan bahwa tubuh perempuan dijadikan sebagai senjata, taktik perang, alat propaganda, serta strategi musuh untuk menghilangkan suatu etnik yang sudah lama terjadi dan kejadian seperti ini terus terulang hingga kini.

Baca juga: Robert Cribb Ulas Sisi Kolektif Memori, Partisipan Webinar Sejarah FIB Unand Jadi Antusias

Baca juga: Prodi Sejarah FIB Unand Gelar Webinar: History and Collective Memory, Narasumber Robert Cribb

Meskipun diadakan pada hari libur akhir pekan atau Minggu kemarin, Lecturer Program seri 2 tetap mengundang antusias yang cukup besar dari peserta.

Tercatat, peserta Lecturer Program seri 2 mencapai lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari berbagai daerah dan universitas, seperti Jakarta, Padang, bahkan luar negeri California, serta daerah lainnya.(*/rel) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved