Penanganan Covid

Gerakan Mencuci Tangan Pakai Sabun Bukan Hal Baru, Kampanye Gencar Barulah Masa Pandemi

Gerakan mencuci tangan sebetulnya sudah digaungkan jauh sebelum pandemi melanda dunia, termasuk Indonesia.

Editor: Emil Mahmud
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi: Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwnadi (kanan), meresmikan Tugu Covid 19 di Pesimpangan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). Tugu Covid-19 tersebut sebagai bentuk kampanye untuk mengingatkan warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan. 

TRIBUNPADANG.COM - Gerakan mencuci tangan sebetulnya sudah digaungkan jauh sebelum pandemi melanda dunia, termasuk Indonesia.

Kenyataannya bahwa selama ini, langkah mencuci tangan telah terbukti meminimalkan risiko penyakit.

Selanjutnya, kampanye mencuci tangan pakai sabun (CPTS) terus dikumandangkan selama pandemi covid-19.

Bahkan, adanya pandemi Covid-19, mencuci tangan pakai sabun jadi semacam kebiasaan yang wajib dilakukan.

Aktivitas CTPS, menggunakan masker, dan menjaga jarak harus terus diupayakan selama pandemi ini.

Bila gerakan ini terus dilakukan masyarakat, diyakini dapat menurunkan kasus infeksi Covid-19.

Itulah kenapa gerapan CTPS dicanangkan secara global pada 15 Oktober.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengatakan, ada enam langkah CTPS yang memerlukan waktu sedikitnya 20 detik.

Ia juga mengingatkan pentingnya menggunting kuku tangan, karena kuku juga bisa jadi pintu masuk kotoran dan bakteri.  

Cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir jadi protokol kesehatan yang harus dilakukan. 

Bila tidak memungkinkan, tidak ada air dan sabun, dibolehkan menggunakan  cairan pembersih handsanitizer.

Baca juga: Protokol Kesehatan 3 M Dinilai Masih yang Terbaik, Sebelum Uji Coba Vaksin Covid-19 Selesai

Baca juga: Mahasiswa Diajak Edukasi Masyarakat Soal Pentingnya 3 M, Cegah Penyebaran Covid-19

Namun, cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir lebih disarankan karena lebih efektif.

Perangkat untuk mencuci tangan sudah disediakan di beberapa tempat misalnya di terminal, rumah ibadah, rumah makan, dan di pinggir jalan.

Pada pihak  yang memberikan bantuan untuk memberikan peralatan cuci tangan, Imran Agus meminta agar juga penanggunjawabnya.

“Jangan beri bantuan CTPS  di tempat umum  di pinggir jalan, kalau tidak ada penanggungjawabnya akan tidak  ada air dan sabunnya. Bahkan ada laporan dicuri karena tidak ada penanggungjawabnya,” ujar Imran saat talkshow di Radio Kesehatan dengan tema ‘Tangan Bersih Untuk Semua’, Jumat (16/10/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved