Penanganan Covid

Gerakan Mencuci Tangan Pakai Sabun Bukan Hal Baru, Kampanye Gencar Barulah Masa Pandemi

Gerakan mencuci tangan sebetulnya sudah digaungkan jauh sebelum pandemi melanda dunia, termasuk Indonesia.

Editor: Emil Mahmud
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi: Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwnadi (kanan), meresmikan Tugu Covid 19 di Pesimpangan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). Tugu Covid-19 tersebut sebagai bentuk kampanye untuk mengingatkan warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan. 

Ia mengatakan, bila sebelumnya handsanitizer langka dan harganya tinggi, kini sudah normal dan banyak persediannya.

Selain itu juga sudah dikembangkan handsanitizer berbahan ekstrak daun sirih dari salah satu Perguruan Tinggi. Ekstrak daun sirin ini dapat juga membunuh bakteri dan virus sesuai standar  badan kesehatan dunia (WHO).

Hal ini dibutuhkan karena beberapa orang yang memiliki kulit sensitif, handsanitizer umumnya mengandung 60 persen alkohol membuat kering.

Di masa pandemi ini perilaku 3M, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak terus dikampanyekan  untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sebelum ada pandemi, berdasarkan Riskesdas 2018, pada usia diatas 10 tahun yang berperilaku CTPS sekitar 50 persen saja.

Saat ini, penyediaan sarana dan perilaku harus jadi perhatian semua pihak dan diri pribadi agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

*) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kampanye Mencuci Tangan Pakai Sabun di Masa Pandemi

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved