PPDB Online Sumbar
Mobil Kepala Dinas Pendidikan Padang Dihadang Orang Tua Murid Saat Meninggalkan Kantor DPRD
Mobil Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, yang hendak meninggal kantor DPRD Padang dihadang para orang tua murid, Selasa (7/7/2020).
Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Mobil Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, yang hendak meninggal kantor DPRD Padang dihadang para orang tua murid, Selasa (7/7/2020).
Pantauan TribunPadang.com, sebelumnya DPRD Padang sudah menggelar hearing antara perwakilan orang tua murid yang protes sistem PPDB SMP jalur zonasi dengan Dinas Pendidikan Kota Padang.
• Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke DPRD Padang, Protes PPDB Online 2020 Jalur Zonasi
• PPDB SMA/SMK di Sumbar Kembali Diperpanjang Hingga 8 Juli 2020, Lihat Jadwalnya
Hearing berlangsung alot.
Hingga Selasa siang siang, keinginan orang tua murid yang protes dengan Disdik Padang belum menemukan titik temu.
Ketua DPRD Padang memutuskan menghentikan hearing dan menjanjikan akan mencarikan solusi setelah istirahat zuhur.
Saat keluar dari gedung DPRD Padang, Kadisdik berserta jajaran Disdik Padang disoraki oleh orang tua murid yang protes.
• Penjelasan Dinas Pendidikan Sumbar soal Keluhan PPDB Online Jalur Zonasi Tingkat SMA/SMK
• Pengumuman Hasil PPDB SMA/SMK Sumbar Ditunda Hingga 9 Juli 2020, Panitia Melakukan Validasi
Kemudian para orang tua murid menghalangi Kadisdik yang hendak pergi dengan mobil dinasnya.
Penghadangan berlangsung beberapa menit, sampai kemudian petugas Satpol PP Padang ikut turun.
Sampai saat ini, orang tua murid masih menanti hasil hearing tentang PPDB tingkat SMP jalur zonasi ini.
Ketua DPRD Padang Syafrial Kani mengatakan aspirasi yang disampaikan orang tua murid akan diupayakan diselesaikan dengan Disdik Padang.
"Kita upayakan dan akan kita bicarakan dengan Dinas Pendidikan, kita upayakan agar anak-anak kita bisa sekolah, kita upayakan secara maksimal," kata Syafrial Kani, Selasa (7/7/2020).
Menurutnya, Kota Padang sudah sejak lama mencanangkan wajib belajar 12 tahun.
Namun masalah pendidikan masih menjadi persoalan yang sulit diselesaikan.
"Karena Padang sudah mencanangkan wajib belajar 12 tahun, pendidikan merupakan masalah dasar dan harus bersungguh-sungguh menyelesaikannya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/mobil-kepala-dinas-pendidikan-padang.jpg)