Orang Tenggelam di Padang
Sabak Tak Beranjak dari Wajah Yulidar, Terus Berdoa Agar Cucu yang Tenggelam Ditemukan
Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang terus berharap sang cucu bisa ditemukan
- Dirinya tak tahu jika sang cucu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berenang ke Pantai Ujung Karang
- Peristiwa hanyutnya dua bocah di kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026), sempat disaksikan oleh warga setempat
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sabak mengungkung wajah Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) sore
Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.
Sabtu siang sekira pukul 16:00 WIB, kabar tak mengenakan itu sampai juga ke telinga Yulidar.
Dengan hati kacau balau, ia melangkah ke Pantai Ujung Karang.
Di sana, mata merah dan tetesan tangis tak terbendung, melihat dua perahu karet milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan.
Sementara, sang cucu tak kunjung ditemukan hingga pukul 18:00 WIB.
"Saya dapat kabar jam 16:00 WIB, diberitahu anak, juga dapat kabar dari adiknya yang tinggal di sekitar lokasi," ucap Yulidar dengan mata sembab.
Pergi Bermain Bersama Teman, Keluarga Tidak Tahu
Yulidar tak tahu jika sang cucu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berenang ke Pantai Ujung Karang.
Tiba-tiba, kabar duka datang, mengabarkan sang cucu telah hanyut saat berenang di pantai bersama teman-temannya.
"Tidak tahu kalau pergi berenang, tiba-tiba dapat informasi kalau dia hanyut di sini," terang Yulidar dengan tatapan kosong ke arah laut.
Sementara di lokasi, masyarakat begitu ramai menyaksikan proses pencarian.
Bahkan saat dua perahu milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan, rasa penasaran masyarakat tak kunjung mereda.
Perlahan, matahari mulai tenggelam ke laut, awan mulai meredup, pertanda pergantian siang ke malam.
Di tengah suasana itu, keluarga lainnya tak berhenti berharap terhadap korban.
Sembab mata cukup membuktikan bagaimana mereka kehilangan sosok anak atau cucu kesayangan.
| SAR Padang Ungkap Alasan Hentikan Proses Pencarian 2 Bocah Tenggelam di Malam Hari |
|
|---|
| Mayang Sempat Larang Berenang Sebelum 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang |
|
|---|
| 2 Anak Tenggelam di Ulak Karang, SAR Minta Warga Tak Turun ke Laut Malam Hari |
|
|---|
| Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Belakang Kampus Bung Hatta Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Breaking News 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belakang Kampus Bung Hatta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BERHARAP-Yulidar-nenek-Zafran-Al-Malik-Akbar-9.jpg)