Pilkada Sumbar 2020
Perspektif Gender Hambat Perempuan Ikut Pilkada, Pengamat Politik Asrinaldi: Sulit Bisa Menang
Pengamat politik Unand Asrinaldi menyoroti masalah utama calon perempuan dalam keikutsertaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengamat politik Unand Asrinaldi menyoroti masalah utama calon perempuan dalam keikutsertaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Menurutnya, memang ada semacam konsep graceling dan perspektif gender.
Graceling itu adalah nilai-nilai yang tidak tampak tapi menghambat.
• Maju Pilkada Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir Arifin Gandeng Iradatillah, Sudah Terima SK dari PPP
• Pengamat Nilai Faldo Maldini-Febby Dt Bangso Bisa Jadi Alternatif Bagi Pemilih di Pilkada 2020
Misalnya tentang nilai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah di Minangkabau, bahwa perempuan itu jangan masuk perang politik praktis karena kerterbatasan yang dimiliknya.
Asrinaldi mengatakan, hal tersebut masih mengakar.
Bahkan paradigma patriarki masih kuat di sebagian besar masyarakat Indonesia.
• Ketua DPD Golkar Sumatera Barat Khairunnas Siap Maju di Pilkada Solok Selatan
• Golkar Target Menang 60 Persen Pilkada Serentak di Sumbar, Kader Tidak Ada untuk Maju Pilgub
"Pola pikir patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki," sebut Asrinaldi.
Ia berpendapat, hambatan itu yang membuat masyarakat tidak memberi percayaan untuk memilih perempuan.
Kemudian, ada persoalan gender, suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasikan perbedaaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi sosial, budaya dan hukum.
• PPP Ikut Pilkada di 13 Daerah Sumbar, Beri Rekomendasi ke 9 Calon Kepala Daerah, Berikut Rinciannya
• KPU Sumbar Mulai Verifikasi Faktual Syarat Dukungan Calon Independen di Pilkada 2020
Sepanjang hambatan itu masih ada, Asrinaldi menilai sulit untuk mengatakan perempuan bisa menang di Sumbar.
"Itu harus dibersihkan dulu, contoh Jawa Timur orang sudah mulai memikirkan nilai-nilai itu untuk disingkirkan, maka perempuan punya peluang," terang Asrinaldi.
Dikatakan Asrinaldi, memang sulit mendapatkan dukungan maksimal bagi perempuan di Pilkada.
• Mujur Pilkada Ditunda Gegara Corona, Bikin Faldo Maldini Cukup Umur Maju di Pilgub Sumbar
• Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Gubernur Sumbar: Tidak Bisa Marah ke KPU Jika Kurang Ini dan Itu
Namun semua itu tergantung pada partai politik ditambah kepercayaan masyarakat terkait perempuan.
"Selama ini, itu yang belum terjawab. Tapi Betti Shadiq Pasadigoe disebut-sebut maju, kita lihat nanti, kalau dapat partai ada perubahan dalam konteks perpolitikan perempuan Sumbar, kalau tidak ya tetap begini terus," ucap Asrinaldi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/grafis-pilkada-serentak-2020.jpg)