Breaking News:

Corona Sumbar

Wako Genius Umar Imbau Perantau yang Pulang Kampung Agar Lakukan Isolasi Mandiri

Wali Kota Pariaman Genius Umar menyebut, meningkatnya jumlah Orang dalam Pantauan (ODP) di Kota Pariaman ketika banyak p

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Istimewa/Tangkapan layar Jumpa Pers online bersama IJTI Sumbar
Wali kota Pariaman, Genius Umar saat Jumpa Pers online bersama IJTI Sumbar, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali Kota Pariaman Genius Umar menyebut, meningkatnya jumlah Orang dalam Pantauan (ODP) di Kota Pariaman ketika banyak perantau yang pulang kampung.

Pemerintah Provinsi dan kabupaten kota telah mengeluarkan edaran kepada warga untuk melakukan pengawasan kepada warga perantau yang pulang kampung.

"Saya sampai mengeluarkan pengumuman di media sosial, instagram ada, facebook ada, kadang kala perantau itu tidak terima dilarang pulang, sumpah serapah masuk kepada saya," kata Genius Umar dalam jumpa pers online bersama IJTI Sumbar, Jumat (3/4/2020).

Genius Umar mengimbau perantau Minang yang berada di luar Sumbar untuk menahan dulu niat pulang kampung.

"Tunda di tahun berikutnya. Kirim saja bantuan untuk membeli alat untuk kesehatan, ekonomi dan segala macamnya," tambah Genius Umar.

Selain itu, Pemko Pariaman juga mengeluarkan surat ke kepala desa untuk mendata semua perantau yang pulang kampung karena datanya setiap hari berubah.

Cegah Wabah Virus Corona, Pemprov Sumbar Tiadakan Safari Ramadan 1441 H Tahun Ini

Bupati Solok Serahkan Bantuan Masker ke Polres, Ternyata Produk dari BLK dan PKK

Dia mengungkapkan, perantau yang sudah pulang kampung ke Kota Pariaman dalam satu pekan ini sebanyak 1.313 orang.

Sejauh ini lanjutnya, para perantau tersebut berasal dari Jakarta, Bandung, Medan, dan Malaysia.

"Mungkin karena daerah tersebut disuarakan oleh berbagai pihak akan lockdown, akhirnya dia memilih pulang," sebut Genius Umar.

Bagi perantau yang telah pulang, Genius Umar mengimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Kalau masih ada yang keluyuran, Satpol PP Kota Pariaman, Babinsa, Bhabinkantibmas, akan mendata dan menemui orang tersebut.

"Kami menemui orang ini untuk dilakukan isolasi. Kalau tidak, kita akan lakukan sedikit pemaksaan."

"Mereka akan ditempatkan ke ruang isolasi sementara GOR dan rumah tabuik, tapi sampai sekarang belum," tegas Genius Umar.

Namun terlebih dahulu dilakukan pendekatan langsung dan mengawasi yang bersangkutan. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved