Breaking News:

Sumbar Tanggap Darurat Corona

Update Data Corona Sumbar Selasa 24 Maret 2020: ODP 483, PDP 28 Orang, Belum Ada yang Positif

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan update terbaru Orang dalam Pemantauan (ODP) di Sumbar, Selasa (24/3/2020).

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Freepik
Ilustrasi virus corona atau covid-19 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan update terbaru Orang dalam Pemantauan (ODP) di Sumbar, Selasa (24/3/2020).

Dia mengatakan, ODP berjumlah 483 dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 28 orang.

"28 orang tersebut sedang dikirim spesimennya ke Litbangkes Jakarta. Selain itu, sampelnya juga dikirim ke laboratorium biomedik FK Unand," ungkap Nasrul Abit.

3 Orang Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Hasil Autopsi Korban Bocah Agam di RS Bhayangkara

Dia menyatakan, hasil uji sampel di laboratorium biomedik FK Unand bisa diketahui sekali 24 jam.

"Besok Insyaallah untuk uji sampel di laboratorium Unand sudah bisa dilihat hasilnya," terang Nasrul Abit.

Politisi Gerindra ini menambahkan, hingga saat ini hasil uji sampel yang negatif ada enam orang.

"Harapan kita besok sudah ada kemajuan dari Unand. Kalau seandainya mereka negatif sesuai saran dokter akan dipulangkan," tambah orang nomor dua di Sumbar ini.

Walhi Sumbar Bagikan Hand Santizer di Pusat Keramaian dan Sosialisasi Seputar Covid-19

Nasrul Abit mengungkapkan, saat ini Sumbar terbatas dalam hal ruang isolasi.

Dia merincikan, di RSUP M Djamil hanya tersedia 17 tempat tidur, di RSAM 12 tempat tidur, dan itu sudah penuh semua oleh pasien.

"Sekarang yang masih kosong itu RSUD Pariaman ada tiga tempat tidur dan di RSUD Solok ada empat tempat tidur."

"Harapan kita, pekan ini RS Unand siap menampung 23 pasien," harap Nasrul Abit.

Jajaran Polda Sumbar Kerahkan 645 Personel, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Selain rumah sakit yang ada tersebut, Pemprov Sumbar juga menyediakan gedung Diklat BPSDM Provinsi Sumbar untuk menampung pasien.

Hal itu dilakukan jika seandainya terjadi penambahan, tentu Sumbar harus siap-siap dari sekarang.

"Ada gedung diklat BPSDM provinsi. Kita mau hitung jumlah kamarnya berapa dan lainnya. Ini untuk jaga-jaga kalau seandainya nanti bertambah," ujar Nasrul Abit. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved