Berita Padang Hari Ini

Ini Penjelasan MUI Kota Padang Terkait Jajanan Kopi Coklat Bertuliskan 'Ngocok Yuk'

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpoll PP) Kota Padang menertibkan mobil bertuliskan "Ngocok Yuk" di kawasan GOR Haji Agus Salim

Ini Penjelasan MUI Kota Padang Terkait Jajanan Kopi Coklat Bertuliskan 'Ngocok Yuk'
Humas Satpol PP Padang
Petugas Satpol PP Padang mengamankan sebuah mobil usaha minuman Coffe Coklat di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, Rabu (30/10/2019). 

Terkait Merek Minuman Kopi Coklat 'Ngocok Yuk', Ini Penjelasan dan Fatwa MUI Padang 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpoll PP) Kota Padang menertibkan mobil bertuliskan "Ngocok Yuk" di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, Rabu (30/10/2019).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Mulyadi Muslim menanggapi perbincangan soal "Ngocok Yuk", yang berkonotasi negatif dalam dialeg Minangkabau.

Kata tersebut belumlah termasuk dikategorikan haram, namun bisa dikategorikan makruh sesuai dengan fatwa MUI Sumbar pada tanggal 20 Juli 2019 lalu.

Mulyadi Muslim menjelaskan arti harfiah dari kata 'Makruh' yakni hal itu lebih baik jika ditinggalkan.

"Dalam dialeg Minangkabau ngocok itu bahasa porno Kalau blum sampai haram, minimal makruh.
Dikarena secara kajiah fikih segala sesuatu itu ada acuan atau standarnya, niat atau latar belakang pemberian atau penggunaan nama itu. Apa tujuannya?," kata Mulyadi pada Jumat (1/11/2019).

Dikatakan pemilik usaha tersebut harus menjawabnya secara jujur, apakah tidak ada unsur konotasi negatif?

Menurutnya, pemerintah atau Satpoll PP membuat keputusan secara objektif berdasarkan data dan bukti yang dimiliki.

Lanjutnya, penggunaan bahasa dalam Islam mengedepankan etika dan kepatutan.

Halaman
1234
Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved