Kebudayaan

Yuk! Mengitari Kota Padang Naik Kendaraan Tradisional, Bendi yang Dikemudikan Seorang Kusir

Bagi Tribunners, yang pengin menikmati sarana kendaraan tradisional bernama, Bendi kini masih bisa mendapatinya di Kota Padang, Provinsi

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Bendi dan kusirnya menanti penumpang saat beroperasi di Kota Padang, Minggu (22/9/2019). 

Bendi, Kendaraan Tradisional yang tidak lekang oleh waktu, Masih Beroperasi di Kota Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bagi Tribunners, yang pengin menikmati sarana kendaraan tradisional bernama, Bendi kini masih bisa mendapatinya di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sejauh ini, kendaraan tradisional ini, kiranya tetap bertahan atau tidak pernah lekang oleh berlalunya waktu.

Man (53), seorang Kusir Bendi mengatakan semenjak usianya 40 tahun, -- tepatnya sejak tahun 1975 dirinya --  sudah menjadi kusir bendi di kota Padang.

Bendi dan kusirnya menanti penumpang saat beroperasi di Kota Padang, Minggu (22/9/2019).
Bendi dan kusirnya menanti penumpang saat beroperasi di Kota Padang, Minggu (22/9/2019). (TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI)

"Bekerja sebagai kusir bendi sudah tekuni mulai umur 40 tahunan, ketika itu masih (relatif) muda sekitar Tahun 1975," kata Man kepada TribunPadang.com, Minggu (22/9/2019).

Kusir Bendi di Kota Padang Ternyata Betah Mangkal di Pasar Raya

Hadiri Pengukuhan DPW HKKN Sumbar, Wagub Nasrul Abit Singgung Keikutsertaan Jambi di TdS 2019

Man menyebutkan bahwa piaraan Kuda serta kendaraan tradisional, Bendi merupakan miliknya sendiri. 

Adapun penghasilan dari menarik Bendi khususnya, pada hari Sabtu dan hari Minggu, kata Man bisa mencapai Rp 300 sampai Rp 400 ribu.

"Kalau hari di luar liburan Sabtu, Minggu atau pada hari-hari biasa, hanya separuh saja atau malahan kadang tidak menentu," kata Man.

Man menyebutkan tarif bendinya disesuaikan jarak antar penumpang, misalnya dari Pasar Raya ke Pantai Muaro Lasak, tarif bendinya, Rp30.000

Pada Minggu siang ini, Man mengungkapkan telah dua kali mengantar penumpang.

"Tadi baru saja mengantar ke Laung. Ada seorang ibu-ibuk dengan tiga orang anaknya, mereka bayarnya Rp 75.000," jelas Man.

Mengenai Kuda untuk menarik Bendi yang merupakan miliknya semula dibelinya seharga Rp 17 Juta.

"Dulu dibeli Rp 17 Juta. Kalau sekarang bisa 25 Juta. Kudanya saya rawat sendiri di rumah, ada kandangnya," kata Man.

Man mengaku meskipun sudah lama menjadi kursir bendi, dirinya tidak memiliki keinginan mencari profesi yang lainnya.

Seorang Kusir Bendi menunggu penumpang di Kota Padang.
Seorang Kusir Bendi menunggu penumpang di Kota Padang. (TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita)
Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved