Penelitian dan Pengabdian
Program Equity UNP-LPDB, Ulas Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan OVOP
Mendiseminasikan hasil PKM terkait hilirisasi produk kuliner lokal Nagari Maninjau berbasis OVOP pada tingkat nasional dan internasional
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- UNP menyelenggarakan FGD dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) untuk Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat.
- Nagari Maninjau memiliki kekayaan sumber daya pangan dan kuliner lokal seperti olahan ikan nila, ikan patin, rinuak, pensi, serta berbagai produk khas lainnya yang berpotensi menjadi ikon ekonomi daerah
TRIBUNPADANG.COM- Universitas Negeri Padang (UNP) melalui tim pengabdian Program Studi Tata Boga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) untuk Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat.
Berkolaborasi dengan Prodi Sejarah kegiatan digelar di Premier Basko Hotel Padang pada Hari Kamis, (11/6/2026), lalu.
Ketua Panitia FGD, Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., menuturkan ada sejumlah tujuan Program Equity UNP-LPDP ini.
- Mendiseminasikan hasil PKM terkait hilirisasi produk kuliner lokal Nagari Maninjau berbasis OVOP pada tingkat nasional dan/atau internasional
- Meningkatkan kualitas dan dampak kegiatan pengabdian melalui validasi dan masukan dari berbagai stakeholder
- Menghasilkan evidence kegiatan yang terdokumentasi dengan baik untuk mendukung pelaporan THE Impact Rankings
- Meningkatkan kolaborasi antara dosen, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan mitra industri dalam pengembangan produk unggulan daerah.
Baca juga: UNP Tekankan Tiga Keberanian bagi Wisudawan di Tengah Tantangan Global dan Era AI
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuliana, S.P., M.Si., menjelaskan Nagari Maninjau memiliki kekayaan sumber daya pangan dan kuliner lokal seperti olahan ikan nila, ikan patin, rinuak, pensi, serta berbagai produk khas lainnya yang berpotensi menjadi ikon ekonomi daerah.
Namun, pengembangan produk tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengemasan, standarisasi mutu, sertifikasi halal, pemasaran digital hingga perluasan akses pasar.
“Kegiatan FGD ini menjadi wadah untuk menyinergikan berbagai pihak dalam merumuskan strategi pengembangan produk unggulan Nagari Maninjau agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur akademisi, pemerintah, legislatif, dan praktisi.
- Guru Besar bidang kewirausahaan sekaligus Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., memaparkan tentang Peluang dan Tantangan Pengembangan UMKM di Sumatera Barat;
- Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. Endrizal, S.E., M.Si, memaparkan tentang Strategi Pengembangan UMKM berbasis OVOP;
- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Dr. Ir. H. Indra Catri, M.T., Datuak Malako Nan Putiah memaparkan tentang Peran DPRD dalam Penguatan Ekositem Usaha Kecil Sumatera Barat;
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., memaparkan tentang Peran Stageholder dalam Pemberdayaan dan Ekonomi Masyarakat;
- Praktisi kuliner dari Negara Malaysia Chef Mohd Yusof Che Mansor, memaparkan tentang Inovasi Ikan Danau Maninjau: Dari Danau ke Dunia.
Baca juga: UNP Gelar Program PKM DPPM 2025 di Nagari Maninjau, Kenalkan Pendekatan OVOP
FGD dihadiri oleh pelaku UMKM, pemerintah daerah, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, mitra industri, media, serta organisasi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi lokal.
Melalui diskusi yang interaktif dan partisipatif, peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk mempercepat hilirisasi produk kuliner lokal Nagari Maninjau.
Direktur Kerjasama, Reputasi, dan Internasionalisasi Universitas Negeri Padang, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, Ph.D.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UNP berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan produk unggulan daerah.
Selain meningkatkan daya saing produk kuliner lokal, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat Nagari Maninjau secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
| Dosen UNP dan ISI Padang Panjang Berkolaborasi Kembangkan Young Entrepreneur di Nagari Sunua |
|
|---|
| UNP Siap Luncurkan Aplikasi “BASUARA” untuk Mendukung Pariwisata Sumbar |
|
|---|
| Dosen UNP Kembangkan CMS Perkuat Digitalisasi Monitoring Pembelajaran SMP Pembangunan Lab UNP |
|
|---|
| UNP Gelar Program PKM DPPM 2025 di Nagari Maninjau, Kenalkan Pendekatan OVOP |
|
|---|
| Dosen UNP Latih Guru dan Santri di Solok Sulap Limbah Tebu Jadi Pupuk Organik Cair |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/DISKUSI-Proses-diskusi-dalam-kegiatan-FGD.jpg)