Kabupaten Solok Selatan

Pemkab Solok Selatan Kejar Program Rumah Murah FLPP, Siapkan Lahan Gratis untuk Warga

Kabar gembira datang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat,

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Solsel
RUMAH MURAH - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kini tengah tancap gas mengupayakan program penyediaan rumah layak huni dengan harga yang sangat terjangkau pada tahun depan. Tak main-main, Bupati Solok Selatan, Khairunas, turun tangan langsung demi mengegolkan rencana besar ini. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Solok Selatan ke Jakarta untuk mengawal program rumah murah bagi warga berpenghasilan rendah.
  • Pemkab siapkan lahan gratis agar harga rumah FLPP bisa lebih rendah dari pasaran.
  • Lokasi perumahan dibidik di lahan eks HGU Golden Arm yang sudah memiliki dasar hukum.
  • Tak hanya rumah baru, Solok Selatan juga mengusulkan 900 unit bantuan bedah rumah.
  • Pemerintah turut mengupayakan rusunawa ASN yang bisa menjadi sumber PAD daerah.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Kabar gembira datang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang memimpikan memiliki hunian sendiri.

Pemerintah daerah setempat kini tengah tancap gas mengupayakan program penyediaan rumah layak huni dengan harga yang sangat terjangkau pada tahun depan.

Tak main-main, Bupati Solok Selatan, Khairunas, turun tangan langsung demi mengegolkan rencana besar ini. Orang nomor satu di Solok Selatan tersebut nekat "jemput bola" mendatangi Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta pada Selasa (2/6/2026) lalu.

Dalam pertemuan khusus tersebut, Bupati Khairunas menghadap langsung Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Fitra M. Nur. Langkah taktis ini diambil demi memastikan nasib ribuan warganya yang belum memiliki rumah layak bisa segera terentaskan.

Baca juga: BMKG Catat 17 Gempa Bumi Guncang Sumbar Sepekan, Warga Diminta Tetap Waspada

Gandeng Tapera Lewat Skema FLPP

Usai berdialog dengan Dirjen Kawasan Permukiman, Khairunas membeberkan bahwa hunian yang tengah diperjuangkan pemerintah daerah ini nantinya berbentuk rumah tapak. Menariknya, harga jual rumah ini dipastikan bakal jauh di bawah harga pasaran normal.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan rupanya punya trik khusus untuk menekan harga jual properti tersebut. Pemkab akan menyediakan lahan pembangunan secara gratis, sehingga para pengembang tidak perlu lagi membebankan biaya pembelian tanah kepada konsumen.

Rencananya, proyek perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini akan mengadopsi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP-Tapera).

Baca juga: Proyek Rp 340 Miliar, Pemko Padang Dukung Rekonstruksi GOR H Agus Salim

Manfaatkan Lahan Eks HGU Golden Arm

Bupati Khairunas menegaskan, kebijakan hibah tanah dari pemerintah ini harus menjadi komitmen yang ditaati oleh pihak developer atau pengembang yang nantinya ditunjuk.

"Jadi nanti masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan harga yang lebih rendah karena akan ditegaskan kepada pengembang bahwa lahan pembangunan akan disediakan dan dihibahkan oleh pemerintah," kata Khairunas dilansir resmi, Jumat (5/6/2026).

Lantas, di mana lokasi perumahan murah ini akan dibangun? Pemkab Solok Selatan rupanya sudah membidik kawasan strategis, yakni di atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) Golden Arm.

Pemanfaatan lahan ini memiliki payung hukum yang kuat, mengacu pada surat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tahun 2017 silam mengenai Pendayagunan Tanah Objek Reforma Agraria Eks HGU Nomor 1/Desa Suka Bumi Lubuk Gadang, di mana Pemkab mendapat jatah seluas 250 hektar.

Legalitas tanah tersebut juga telah diperkuat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Solok Selatan Nomor 130.262-2017. SK tersebut mengatur tentang Penetapan Lokasi Peruntukan Tanah Eks HGU Nomor 1/Suka Bumi Lubuk Gadang dengan total luas mencapai 1.837 hektar yang dulunya dikelola PT Golden Arm.

Baca juga: Polisi Tangkap Tiga Penimbun Bio Solar Subsidi di Sijunjung, Pasok untuk Penambang Emas Ilegal

Ajukan Bedah Rumah untuk 900 Unit

Selain berburu program perumahan baru berbentuk rumah tapak, Pemkab Solok Selatan juga memperjuangkan nasib rumah warga yang saat ini kondisinya sudah memprihatinkan atau tidak layak huni.

Dalam kesempatan tatap muka dengan pejabat Kementerian Perumahan tersebut, jajaran Pemkab Solok Selatan turut mengajukan usulan bantuan program bedah rumah. Program ini dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Tidak tanggung-tanggung, kuota yang diusulkan oleh Pemkab Solok Selatan untuk program bedah rumah di tahun depan mencapai 900 unit rumah yang tersebar di berbagai wilayah nagari.

Baca juga: Bank Nagari Tegaskan Nol Toleransi Fraud, Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Sudah 94 Persen

Bangun Rusunawa Satu Tower untuk ASN

Gebrakan Pemkab Solok Selatan di sektor papan ternyata tidak berhenti sampai di situ. Selain fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah juga melirik kebutuhan tempat tinggal bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pemkab Solok Selatan saat ini tengah mengupayakan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) khusus bagi para pegawai negeri. Rencananya, kementerian akan menggelontorkan anggaran untuk pembangunan satu towerrusunawa dengan kapasitas berkisar antara 50 hingga 100 unit hunian.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan (DPKPLH-Hub) Solok Selatan, Alvino Sendra, membocorkan titik lokasi pembangunan rusunawa tersebut. Fasilitas vertikal ini nantinya bakal didirikan di area Rumah Sakit Batang Sangir yang terletak di Nagari Lubuak Malako.

Baca juga: Kisah Ida Penjual Koran di Padang Bertahan di Era Digital, Menolak Menyerah pada Perubahan Zaman

Target Konsumen dan Potensi PAD Baru

Alvino Sendra menjelaskan, keberadaan rusunawa ini pada dasarnya diprioritaskan bagi para abdi negara yang bertugas di sektor kesehatan, terutama mereka yang piket dan dinas di Rumah Sakit Batang Sangir agar lebih dekat dengan tempat kerja.

"Rusunawa ini disiapkan bagi ASN, khususnya ASN yang dinas di Rumah Sakit Batang Sangir. Namun juga terbuka bagi ASN lain juga bisa menyewa rusunawa tersebut," urai Alvino.

Langkah taktis pembangunan rusunawa ini dinilai memiliki efek ganda yang menguntungkan. Di satu sisi, para ASN mendapatkan opsi hunian vertikal yang nyaman, aman, sekaligus ramah di kantong.

Di sisi lain, proyek rusunawa ini diproyeksikan tidak akan membebani anggaran daerah secara terus-menerus. Sebaliknya, penarikan uang sewa bulanan dari para penghuni nantinya akan dikelola langsung oleh Pemkab Solok Selatan dan diproyeksikan menjadi pundi-pundi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru. (*)


 

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved