Populer Sumatera Barat
3 Berita Populer Sumbar: Pria Hanyut di Solsel, Gunung Marapi Erupsi, hingga Fenomena Udara Kabur
Simak Kembali deretan berita popular Sumatera Barat di TribunPadang.com sepanjang, Sabtu (29/5/2026).
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fajar Alfaridho Herman
Sebanyak lima orang tim rescue diberangkatkan pada pukul 19.46 WIB untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Tim membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR, di antaranya Rescue Carrier, LCR (Landing Craft Rubber), perahu rafting, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Lokasi kejadian berada sekitar 43,1 kilometer dari Unit Siaga SAR Solok Selatan dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam 26 menit.
Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan.
"Kami telah memberangkatkan lima personel rescue dari Unit Siaga SAR Solok Selatan menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Hari," tutup Abdul Malik.
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Sabtu Pagi
Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pagi.
Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut tepatnya terjadi sekira pukul 08.42 WIB.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 30 Mei 2026 pukul 08.54 WIB," ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Ahmad Rifandi menjelaskan, untuk ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini teramati setinggi ±2.000 m di atas puncak, atau kurang lebih 4.891 m di atas permukaan laut.
Baca juga: Semen Padang FC Tunjuk Mantan Sekretaris Timnas Era Shin Tae-yong Jadi GM Baru
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut atau sekitar wilayah Tanah Datar.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini ±1 menit 25 detik," tambahnya
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PANTAUAN-CUACA-PADANG-Sdadang-Sabtdk-Kota-Padang.jpg)