Populer Sumatera Barat
3 Berita Populer Sumbar: Pria Hanyut di Solsel, Gunung Marapi Erupsi, hingga Fenomena Udara Kabur
Simak Kembali deretan berita popular Sumatera Barat di TribunPadang.com sepanjang, Sabtu (29/5/2026).
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fajar Alfaridho Herman
Ringkasan Berita:
- Sepanjang Sabtu (30/5/2026), sejumlah peristiwa menjadi perhatian masyarakat Sumatera Barat.
- Peristiwa hanyutnya Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, terjadi pada sore hari saat korban memasang alat tangkap ikan di sungai.
- Gunung Marapi kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak. Sementara itu, sejumlah wilayah di Sumbar juga mengalami fenomena udara kabur yang menyebabkan jarak pandang berkurang.
TRIBUNPADANG.COM - Simak Kembali deretan berita popular Sumatera Barat di TribunPadang.com sepanjang, Sabtu (30/5/2026).
Mulai dari seorang pria paruh baya yang hanyut saat memasang pukat di Solok Selatan, Gunung Marapi Sumbar kembali erupsi dengan ketinggian abu mencapai 2.000 meter, hingga fenomena udara kabur di sejumlah wilayah kabupaten atau kota yang ada di Sumbar.
Pria Hanyut di Batang Hari Solok Selatan Saat Pasang Pukat
Seorang pria bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dilaporkan hanyut dan terseret arus Sungai Batang Hari, Sabtu (30/5/2026) sore.
Korban hingga kini belum ditemukan dan tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melalui keterangan resminya mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu sekitar pukul 19.32 WIB dari seorang saksi bernama Jon.
"Korban diketahui bernama Sutrisno, usia 58 tahun, warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan," ujar Abdul Malik.
Berdasarkan informasi yang diterima SAR, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.59 WIB di Sungai Batang Hari, Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan.
Baca juga: Dirlantas Polda Sumbar Kombes Reza Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia, Sebut Peluang Menang 70 Persen
Saat itu korban sedang memasang pukat atau alat tangkap ikan di sungai. Namun diduga korban kehilangan keseimbangan dan terseret derasnya arus sungai.
"Korban sedang memasang pukat di Sungai Batang Hari, kemudian hanyut terbawa arus," kata Abdul Malik.
Menurutnya, seorang rekan korban bernama Jon sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.
"Saksi sempat berusaha menolong korban, tetapi korban tetap terseret arus dan hanyut," jelasnya.
Usai kejadian, warga setempat langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Namun hingga laporan diterima Basarnas, korban belum berhasil ditemukan.
"Sudah dilakukan penyisiran oleh warga setempat, namun korban masih belum ditemukan," ungkap Abdul Malik.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga SAR Solok Selatan langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PANTAUAN-CUACA-PADANG-Sdadang-Sabtdk-Kota-Padang.jpg)