Kabupaten Solok Selatan
Pemkab Solok Selatan Pacu Sinkronisasi Data Penduduk untuk Perkuat Program Daerah
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kini tengah memprioritaskan pembenahan basis data kependudukan sebagai fondasi utama
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Pemkab Solok Selatan pacu sinkronisasi data penduduk untuk program daerah.
- Khairunas minta seluruh OPD percepat integrasi data masyarakat.
- Data Dasawisma disiapkan jadi dasar DTKS dan pendataan BPS.
- Pemkab mulai evaluasi rutin agar program pembangunan tidak gagal.
- Khairunas tegaskan data valid jadi senjata saat usul program ke pusat.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kini tengah memprioritaskan pembenahan basis data kependudukan sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan daerah.
Langkah ini dinilai krusial agar seluruh program kerja yang dirancang pemerintah daerah dapat dieksekusi secara tepat sasaran dan terintegrasi antar-sektor.
Tantangan besar mengenai krusialnya penguatan data serta matangnya perencanaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas.
Hal itu ia tekankan di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) saat memimpin Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Padang Aro, Senin (18/5/2026).
Menurut Khairunas, validitas data dan perencanaan pembangunan merupakan dua variabel yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling mengunci dan memengaruhi keberhasilan roda pemerintahan daerah.
"Kami ingatkan kembali bagaimana pendataan dilakukan sehingga data ini betul-betul terintegrasi dan diketahui di seluruh tingkatan," ujar Khairunas dalam arahannya pagi itu.
Baca juga: Direktur UT Padang Tinjau Praktikum IPA Mahasiswa SALUT PILOLA di Payakumbuh
Menghapus Ego Sektoral Melalui Integrasi Data
Khairunas menegaskan, setelah adanya penyamaan persepsi mengenai data penduduk, langkah konkret berikutnya adalah penyediaan basis data (database) masyarakat yang komprehensif. Proses pengumpulan data ini harus segera dipacu oleh setiap instansi.
Pemerintah daerah mengklaim telah memfasilitasi kebutuhan operasional demi kelancaran proses ini. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunda sinkronisasi data kependudukan tersebut.
Secara spesifik, Bupati menyoroti optimalisasi Data Dasawisma yang dikumpulkan dari unit masyarakat terkecil.
Data ini nantinya diproyeksikan menjadi pilar basis data bagi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun pendataan sektoral yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
Melalui basis data yang kuat, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap dapat memetakan kondisi riil masyarakat secara akurat.
Indikator yang disasar mulai dari sektor kesehatan, cakupan jaminan kesehatan, hingga validasi jumlah penduduk yang benar-benar menetap di wilayah tersebut.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden di Solok Selatan Berbobot 882 Kg, Simental Milik Joni Lolos Seleksi Ketat
Data Sebagai Posisi Tawar di Tingkat Pusat
Keberadaan data yang valid, lanjut Khairunas, juga menjadi modal diplomasi penting bagi pemerintah daerah saat berkoordinasi dengan otoritas yang lebih tinggi.
Selama ini, usulan program ke tingkat atas kerap terkendala akibat lemahnya argumentasi berbasis data.
Ke depan, ia menginstruksikan agar setiap koordinasi, baik dengan pemerintah provinsi maupun kementerian di Jakarta, wajib dibarengi dengan sajian data yang valid.
| Sapi Kurban Presiden di Solok Selatan Berbobot 882 Kg, Simental Milik Joni Lolos Seleksi Ketat |
|
|---|
| CFD Solok Selatan Dongkrak UMKM, Bupati Khairunas Instruksikan OPD Bina Pedagang |
|
|---|
| 14 SPPG Solok Selatan Beroperasi, Pemkab Evaluasi Kelengkapan Izin dan Dorong Pelibatan UMKM Lokal |
|
|---|
| Pemkab Solok Selatan Validasi 4.000 Calon Penerima Bantuan Pasang Baru Listrik agar Tepat Sasaran |
|
|---|
| Akurasi Data Dasawisma Solok Selatan Digenjot, Aplikasi SIMSALABIM Jadi Tumpuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Solok-Selatan-kini-tendn-pembangunan-daerah.jpg)