Kabupaten Pasaman Barat
172 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Pasaman Barat Mulai Dipulihkan, Progres Capai 26 Persen
Sebanyak 172 hektare area persawahan yang sempat rusak akibat terjangan bencana alam di Kabupaten Pasaman Barat
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Perbaikan lahan pertanian pascabencana capai 26 persen
- Total 172 hektare sawah rusak ringan mulai dipulihkan
- Pengerjaan fokus di Ranah Batahan dan Talamau
- Anggaran ratusan juta digelontorkan untuk percepatan
- Usulan tambahan rehab lahan rusak berat ikut diajukan
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Sebanyak 172 hektare area persawahan yang sempat rusak akibat terjangan bencana alam di Kabupaten Pasaman Barat kini mulai memasuki tahap pemulihan.
Pengerjaan infrastruktur lahan pertanian tersebut difokuskan pada kategori rusak ringan guna mempercepat kembalinya produktivitas petani lokal.
Proses perbaikan infrastruktur lahan pertanian ini berlangsung di dua wilayah terdampak paling parah, yakni Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau.
Hingga akhir April 2026, realisasi fisik di lapangan dilaporkan sudah menyentuh angka 26 persen dari total target pengerjaan.
“Pengerjaan hingga kemarin progresnya telah mencapai 26 persen,” ungkap Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, dilansir laman resmi Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Dewa United Incar Posisi 4 Besar Klasemen BRI Super League, Wajib Tekuk Semen Padang FC
Ia menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur lahan pertanian dilakukan secara swakelola bersama kelompok tani setempat.
Di Kecamatan Ranah Batahan perbaikan dilakukan pada lahan seluas 95 hektare yang tersebar di lima kelompok tani. Sementara itu, di Kecamatan Talamau, pengerjaan mencakup 77 hektare pada tiga kelompok tani.
Secara keseluruhan, perbaikan lahan sawah rusak ringan dilakukan pada area seluas 172 hektare melalui kegiatan konstruksi Optimalisasi Lahan (Oplah).
Menurut Afdal, pemerintah daerah terus mempercepat pengerjaan sesuai instruksi Menteri Pertanian guna memulihkan produktivitas pertanian pascabencana.
Untuk kegiatan optimalisasi lahan terdampak bencana tersebut, anggaran yang digunakan sebesar Rp5,5 juta per hektare atau total sekitar Rp946 juta.
Baca juga: Air Mulai Surut, Banjir Rendam Permukiman di Nagari Surian Solok Kini Bisa Dilalui Motor
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan optimalisasi lahan nonrawa (reguler) seluas 754 hektare dengan total anggaran Rp4,147 miliar.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur pendukung berupa konservasi air melalui dam parit juga dilakukan sebanyak 10 unit dengan total anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar Rp6,293 miliar untuk penanganan dampak bencana di sektor tanaman pangan di Kabupaten Pasaman Barat.
Anggaran tersebut disalurkan melalui pemerintah provinsi kepada kelompok tani terdampak bencana.
Dana itu difokuskan untuk mendukung kegiatan optimalisasi lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana.
| Lima Guru Pasaman Barat Raih Penghargaan GTK Sumbar 2025, Dua Melaju ke Tingkat Nasional |
|
|---|
| Polres Pasaman Barat Gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana |
|
|---|
| Tim Polres Pasbar dan Ditreskrimsus Polda Sumbar Sasar PETI di Muara Mangkisek Talamau Pasaman Barat |
|
|---|
| Mayat Mr X Ditemukan di Kebun Sawit Pasaman Barat, Kapolres: Tim INAFIS Olah TKP dan Pulbaket |
|
|---|
| Razia Polres Pasaman Barat Tak Temukan Aktivitas PETI, Hanya Pondok Kosong dan Lubang Bekas Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Sebanyak-172-hektare-area-pederjaan-ind-droduktivitas-petani-lokal.jpg)