Berita Populer Sumbar

4 Berita Populer Sumbar: Tabrakan Pikap vs Wuling, Pemprov Tebar 100 Sapi Kurban ke Wilayah Bencana

"Kalau masih ada kejadian-kejadian seperti ini, bupati atau wali kotanya harus mampu mengendalikan itu," ungkapnya.

Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KECELAKAAN- Petugas kepolisian mengatur akses lalu lintas di lokasi kecelakaan kawasan Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/4/2027). Sejumlah berita menarik TribunPadang.com dalam 24 jam terakhir, yang disajikan pada berita populer Sumatera Barat (Sumbar). 

Namun, jika masih terjadi kasus serupa, maka kepala daerah diminta turun tangan langsung untuk mengendalikan situasi.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Bioskop di Kota Padang Hari Ini: Ada Songko dan Para Perasuk

"Kalau masih ada kejadian-kejadian seperti ini, bupati atau wali kotanya harus mampu mengendalikan itu," ungkapnya.

Menurut Mahyeldi, kenyamanan pengunjung menjadi faktor utama dalam mendukung sektor pariwisata. 

Oleh karena itu, kejelasan harga, termasuk tarif parkir dan layanan wisata, juga harus diperhatikan.

"Sebab kenyamanan pengunjung, kemudian terkait harga dalam hal-hal wisata tentu juga harus jelas," ujarnya.

Ia menambahkan, kepala daerah diminta benar-benar aktif melakukan pengawasan dan pengendalian, guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif di objek wisata.

"Oleh karena itu kita arahkan kepala daerah betul-betul untuk mengawasi ini, mengontrol ini, dan kemudian juga menciptakan suasana yang kondusif di daerahnya, termasuk juga di objek-objek wisata," tutupnya.

4. BBM Naik, Gubernur Mahyeldi Harap Harga Bahan Pokok di Sumbar Tetap Stabil Jelang Idul Adha

IDUL ADHA 2026- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan keterangan saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). Ia berharap harga bahan pokok di Sumbar tetap terkendali menjelang Idul Adha meski terjadi kenaikan BBM nonsubsidi.
IDUL ADHA 2026- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan keterangan saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). Ia berharap harga bahan pokok di Sumbar tetap terkendali menjelang Idul Adha meski terjadi kenaikan BBM nonsubsidi. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap harga bahan pokok di wilayah Sumbar tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Mahyeldi mengakui, menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Namun, ia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Sumatera Barat.

"Memang harapan kita menjelang Idul Adha ini bahan pokok tidak naik di Sumbar," ujar Mahyeldi saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Gubernur Mahyeldi Tekankan Kemandirian Fiskal dan Sinkronisasi Program

Ia juga menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi saat ini. 

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga pada sektor lain, termasuk bahan pokok.

"Walaupun sekarang ini BBM nonsubsidi naik, tentu kita berharap harga bahan pokok tetap lebih terkendali di Sumbar," katanya.

Mahyeldi menjelaskan, kenaikan harga BBM biasanya akan berdampak terhadap harga kebutuhan lainnya di masyarakat.

"Tapi kalau sudah BBM yang naik, saya kira akan merembes pada yang lain," ungkapnya.

Baca juga: Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri atas Keberhasilan Tekan Angka Pengangguran

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa harga bahan pokok bisa dikendalikan melalui kebijakan pemerintah pusat serta upaya pengendalian yang dilakukan.

"Mudah-mudahan dengan kebijakan dari pusat dan pengendalian dari pusat, ini akan bisa terkendalilah," tuturnya.

Dengan kondisi harga yang tetap stabil, Mahyeldi berharap tidak ada dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat Sumatera Barat menjelang Idul Adha tahun ini.

Gubernur Imbau OPD dan BUMD Sumbar Berkurban

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumbar untuk berpartisipasi menyumbangkan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumbar setiap tahun telah mengagendakan bantuan hewan kurban yang dikoordinasikan melalui Pemprov bersama BUMD.

"Kita setiap tahun Pemprov mengagendakan akan membantu melalui Pemprov dan juga melalui BUMD untuk mengkoordinasikan hewan kurban untuk Sumbar," ujar Mahyeldi saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan, terutama wilayah yang selama ini belum terjangkau bantuan hewan kurban.

Baca juga: Meski Bumbu Dapur Naik, Harga Daging Sapi di Solok Selatan Masih Anteng

"Nanti akan kita distribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan atau daerah yang mungkin belum terjangkau selama ini hewan kurban," katanya.

Mahyeldi berharap seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dapat berkontribusi dalam program tersebut. 

Bahkan, sebelumnya menurutnya telah disepakati minimal setiap OPD menyumbangkan satu ekor sapi.

"Kita harapkan setiap OPD Pemprov Sumbar bisa berkontribusi. Kemarin disepakati minimal satu OPD itu satu ekor sapi," jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 84 ekor sapi berhasil dihimpun dari OPD dan BUMD untuk disalurkan kepada masyarakat.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemko Padang Imbau Setiap OPD Sumbang Minimal Satu Ekor Sapi Kurban

"Tahun lalu ada 84 ekor sapi bantuan Pemprov dari OPD-OPD dan BUMD. Mudah-mudahan tahun ini lebih meningkat lagi," ungkapnya.

Selain itu, Mahyeldi juga meminta OPD untuk turut mengusulkan daerah-daerah yang dinilai membutuhkan bantuan hewan kurban, sehingga penyalurannya dapat lebih tepat sasaran.

"OPD juga bisa mengusulkan nanti mana daerah yang perlu kita distribusikan hewan kurban," tambahnya.

Diketahui, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu (27/5/2026). 

Namun, penetapan resmi masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilakukan pemerintah.

Mahyeldi berharap, melalui program tersebut, jumlah hewan kurban di Sumatera Barat tahun ini dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved