Berita Populer Sumbar

4 Berita Populer Sumbar: Tabrakan Pikap vs Wuling, Pemprov Tebar 100 Sapi Kurban ke Wilayah Bencana

"Kalau masih ada kejadian-kejadian seperti ini, bupati atau wali kotanya harus mampu mengendalikan itu," ungkapnya.

Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KECELAKAAN- Petugas kepolisian mengatur akses lalu lintas di lokasi kecelakaan kawasan Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/4/2027). Sejumlah berita menarik TribunPadang.com dalam 24 jam terakhir, yang disajikan pada berita populer Sumatera Barat (Sumbar). 

“Sehingga tahun ini kita bertarget minimal kalau bisa 100 hewan kurban lah. Kolaborasi kita dari OPD, BUMD dan BUMN, sehingga bisa lebih baik,” ungkapnya.

Baca juga: Demo Kematian Pengamen Karim di Padang Memanas, Massa Bakar Ban di Kantor Dinsos

Selain itu, Pemprov Sumbar juga membuka ruang bagi usulan masyarakat terkait daerah yang membutuhkan distribusi daging kurban, termasuk wilayah kebencanaan dan daerah kepulauan seperti Mentawai.

“Kalau ada usulan dari masyarakat, dan memang daerah yang membutuhkan, semuanya akan kita sentuh sepanjang sapi yang kita harapkan ini bisa terkumpul,” ujarnya.

Menariknya, dalam program ini Pemprov Sumbar juga memprioritaskan penggunaan sapi lokal. Langkah tersebut tidak hanya untuk kebutuhan kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak di daerah.

“Sapi ini kita cari memang sapi lokal dari Sumbar, biar masyarakat juga mendapatkan manfaat dari jual-beli sapinya dan dari dagingnya,” tutupnya. (*)

3. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ingatkan Bupati dan Wali Kota Berantas Pungli di Objek Wisata

IDUL ADHA 2026- Gubernur Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). Ia mengimbau seluruh OPD dan BUMD di Sumbar berpartisipasi menyumbangkan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, dengan target minimal satu ekor sapi per OPD.
IDUL ADHA 2026- Gubernur Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). Ia mengimbau seluruh OPD dan BUMD di Sumbar berpartisipasi menyumbangkan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, dengan target minimal satu ekor sapi per OPD. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan bupati dan wali kota se-Sumbar untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di objek wisata.

Hal ini disampaikan Mahyeldi menyusul beredarnya video cekcok antara pengunjung dengan seorang pria yang diduga warga setempat di kawasan objek wisata Pantai Padang, Senin (27/4/2026).

Mahyeldi menegaskan, aspek hospitality atau pelayanan kepada wisatawan harus menjadi perhatian utama di seluruh objek wisata di Sumatera Barat.

"Ini yang kita pesankan kepada bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, yang pertama sekali hospitality di objek-objek wisata," ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Gubernur Sumbar.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pengelolaan parkir yang dinilai harus tertata dengan baik dan berada dalam pengawasan yang jelas.

Baca juga: Sebut Nama Rama dan Zul, Ayah Pengamen Tewas Orasi di Satpol PP Padang: Mana Pembunuh Karim?

"Termasuk adalah persoalan perparkiran. Itu semuanya harus terkelola, terkontrol secara baik," katanya.

Mahyeldi menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan praktik premanisme di kawasan wisata, karena hal tersebut dapat merusak citra pariwisata daerah.

"Kemudian juga harus dikendalikan pihak-pihak yang melakukan premanisme," tegasnya.

Ia mengungkapkan, imbauan tersebut sebenarnya telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Sumbar menjelang Lebaran lalu. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved