Gunung Marapi Erupsi
Gunung Marapi Sumbar Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Kolom Abu Tidak Teramati Karena Kabut
Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi sebanyak dua kali pada Kamis (26/3/2026) pagi.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Gunung Marapi di Sumbar erupsi dua kali pada Kamis pagi (26/3/2026).
- Letusan terjadi pukul 08.28 WIB dan 09.56 WIB menurut Pos PGA Bukittinggi.Kolom abu tidak terlihat karena puncak tertutup kabut saat erupsi terjadi.
- Seismograf mencatat amplitudo hingga 22 mm dengan durasi puluhan detik.
- Status masih Level II Waspada, warga diminta menjauhi radius 3 km dari kawah.
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi sebanyak dua kali pada Kamis (26/3/2026) pagi.
Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut terjadi sekira pukul 08:28 WIB dan 09:56 WIB.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 26 Februari 2026 pukul 08:28 WIB dan 09:56 WIB," katanya dalam keterangan tertulis.
Kata Ahmad Rifandi, ketinggian kolom abu dari kedua erupsi Gunung Marapi Sumbar pada Kamis pagi, tidak teramati lantaran tertutup kabut.
Akan tetapi, kedua erupsi Gunung Marapi Sumbar tersebut, tercatat dengan durasi 27 detik dan 22 detik.
Baca juga: Persib Bandung Kembali Latihan Usai Libur Lebaran, Laga Terdekat Hadapi Semen Padang FC
"Erupsi pertama terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 27 detik. Sedangkan yang kedua tercatat dengan amplitudo maksimum 10 mm dan durasi ± 22 detik," tambahnya.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
Masyarakat yang bermukim di sekitar lemba atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Baca juga: Hutama Karya Jajaki Peluang Gunakan Sepablock Semen Padang untuk Proyek Konstruksi dan Huntap
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).(*)
Gunung Marapi Erupsi
erupsi Gunung Marapi
cuaca Gunung Marapi
Gunung Marapi meletus
Gunung Marapi hari ini
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut |
|
|---|
| Breaking News: Gunung Marapi Sumbar Erupsi pada H+4 Lebaran, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PGA-Bukittinggi-dan-WA-Grupds.jpg)