Gunung Marapi Erupsi

Breaking News: Gunung Marapi Sumbar Erupsi pada H+4 Lebaran, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan aktivitas vulkanik Marapi saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI- Kondisi langit di sekitar Gunung Marapi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Selasa (24/3/2026), usai terjadi erupsi pada pukul 14.24 WIB. Meski terjadi letusan, kolom abu tidak teramati, dan status gunung masih berada pada Level II (Waspada). 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi kembali erupsi pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.24 WIB.
  • Aktivitas terekam di seismogram dengan amplitudo 28,6 mm dan durasi kurang lebih 26 detik.
  • Tinggi kolom abu pada letusan tersebut tidak teramati.
  • Aktivitas vulkanik Marapi saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.24 WIB. Meski demikian, tinggi kolom abu pada letusan tersebut tidak teramati.

Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi terekam melalui alat seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 mm dan durasi sekitar 26 detik.

Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan aktivitas vulkanik Marapi saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.

“Terjadi erupsi pada pukul 14.24 WIB, namun kolom abu tidak teramati. Aktivitas terekam di seismogram dengan amplitudo 28,6 mm dan durasi kurang lebih 26 detik,” ujarnya.

Baca juga: Human Error Picu Kecelakaan di Jalinsum Sijunjung, Polisi Minta Pengendara Jaga Jarak Aman

Ia mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak memasuki wilayah berbahaya di sekitar gunung.

“Saat ini rekomendasinya, masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek,” katanya.

Selain itu, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan.

Ahmad Rifandi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker untuk menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, seperti gangguan pernapasan.

Baca juga: Petaka Galian Pasir di Danau Singkarak, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Dasar Curam 20 Meter

“Masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker serta melindungi mata dan kulit dari paparan abu. Jika terjadi hujan abu, segera amankan sumber air bersih dan bersihkan atap rumah dari timbunan abu,” jelasnya.

Ia turut meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved