Kota Pariaman
Wako Pariaman Beri Santunan dan Jamin Beasiswa Anak Warga yang Diduga Minum Racun
Kami mendorong salah satu anak korban yang masih duduk di kelas 3 SMA untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ‘Satu Rumah Satu Sarjana’.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Seorang wanita berinisial D (50) ditemukan meninggal dunia di Kota Pariaman.\Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun rumput.
- Wako Pariaman mendatangi rumah duka dan bertemu pihak keluarga.
- Semasa hidup, korban bersama suami menjalankan usaha warung dan memiliki kebun jagung.
- Pemko Pariaman memberikan santunan dan berkomitmen membantu pendidikan anak korban.
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menyalurkan santunan duka serta berkomitman memberikan bantuan biaya pendidikan bagi keluarga wanita berinisial D (50), warga Kecamatan Pariaman Timur, yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat meminum racun rumput, Sabtu (21/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral dan nyata bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memastikan keberlangsungan masa depan anak-anak korban melalui program unggulan pemerintah daerah.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan Pemerintah Kota Pariaman telah memberikan santunan duka kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca juga: Pariaman Barayo 2026 Resmi Digelar, Pemko Pariaman Targetkan Kunjungan Capai 400 Ribu Wisatawan
Selain itu, Pemkot berkomitmen membantu pendidikan anak korban.
“Kami mendorong salah satu anak korban yang masih duduk di kelas 3 SMA untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ‘Satu Rumah Satu Sarjana’,” katanya, Senin (23/3/2026).
Wako Bantah Akibat Faktor Ekonomi Jelang Lebaran
Korban berinisial D ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup dengan cara meminum racun rumput.
Sempat beredar narasi yang menyebut korban nekat mengakhiri hidup akibat faktor ekonomi menjelang Lebaran.
Namun, informasi tersebut dibantah tegas oleh Wako Yota Balad.
Baca juga: Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi
Yota menyampaikan hal itu usai mendatangi rumah duka dan bertemu langsung dengan pihak keluarga korban pada Senin (23/3/2026).
“Kami sudah ke lokasi dan menanyakan langsung kepada suami, anak-anak, serta keluarga korban. Mereka membantah bahwa korban mengakhiri hidup karena faktor ekonomi,” kata Yota Balad saat ditemui TribunPadang.com.
Kondisi Kesejahteraan Keluarga Korban
Menurut Yota, selama ini korban bersama suami menjalankan usaha warung di rumah serta memiliki kebun jagung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saat kami tanyakan kepada suami korban terkait kondisi ekonomi, ia menyebut tidak ada kesulitan. Mereka punya warung dan kebun jagung. Selain itu, pemerintah kota juga memberikan bantuan BLT kepada korban selama ini,” jelasnya.
Baca juga: Remaja 16 Tahun Hanyut di Laut Maligi Pasaman Barat, Pencarian Hari Kelima Belum Membuahkan Hasil
Yota menegaskan, pihak keluarga merasa keberatan dengan narasi yang menyebut korban meninggal dunia akibat tekanan ekonomi.
Ia meminta agar informasi tersebut diluruskan karena pihak keluarga kurang berkenan jika dikaitkan dengan masalah finansial.
Penyebab Kematian: Diduga Minum Racun
Sementara itu, Yota membenarkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat meminum racun.
| Serap Aspirasi dari Dunia Pendidikan, Wako Yota Balad Kunjungi Ponpes Ibnu Abbas di Pariaman Utara |
|
|---|
| Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun |
|
|---|
| Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pikap Parkir di Pariaman, Tubuh Basah Bensin |
|
|---|
| Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi |
|
|---|
| Kunjungi Dua Musala di Pariaman, Wako Yota Balad Serahkan Bantuan Uang Tunai dan Al Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Pariaman-Yota-Balad-2332026.jpg)