Berita Populer Sumbar

4 Berita Populer Sumbar: Jalur Malalak Belum Dibuka, Titik Rawan Kecelakaan dan Keluhan Penumpang KA

Penumpang yang menggunakan KA Minangkabau Ekspres harus berjalan kaki melalui skybridge untuk melanjutkan perjalanan menuju bandara maupun sebaliknya.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
LEBARAN 2026- Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, saat diwawancarai terkait penggunaan jalur Malalak pada arus mudik Lebaran 1447 H di Kantor Dirlantas Polda Sumbar, Selasa (17/3/2026). Ia menegaskan jalur tersebut belum direkomendasikan untuk dilalui pemudik umum. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi belum merekomendasikan jalur alternatif Malalak-Bukittinggi digunakan oleh masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
  • Polisi tetapkan Sitinjau Lauik sebagai titik rawan kecelakaan saat mudik Lebaran.
  • Shuttle bus di Bandara Internasional Minangkabau berhenti beroperasi saat Lebaran 2026, penumpang kini harus jalan kaki.
  • Polda Sumbar berikan kemudahan bagi pemudik dengan membuka akses istirahat di kantor-kantor polisi.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah berita menarik TribunPadang.com dalam 24 jam terakhir, yang disajikan pada berita populer Sumatera Barat (Sumbar).

Ada berita terkait jalur alternatif Malalak-Bukittinggi belum direkomendasikan digunakan oleh masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Jalur tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan Malalak. Pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah pemudik melintasi jalur tersebut.

Kemudian, kepolisian tetapkan Sitinjau Lauik sebagai titik rawan kecelakaan saat mudik Lebaran. Lembah Anai dan Panyalaian juga masuk prioritas pengawasan ketat.

Baca juga: Rutan Padang Buka Layanan Kunjungan Lebaran 2026, Keluarga Bisa Silaturahmi Langsung

Sealnjutnya, shuttle bus di Bandara Internasional Minangkabau berhenti beroperasi saat Lebaran 2026, penumpang kini harus jalan kaki. Akses dari stasiun KA ke terminal capai 700 meter, butuh waktu hingga 15 menit. Eskalator rusak, penumpang terpaksa pakai tangga atau antre lift.

Terdapat juga berita, Polda Sumbar berikan kemudahan bagi pemudik dengan membuka akses istirahat di kantor-kantor polisi. Pemudik yang lelah bisa memanfaatkan kantor polisi, pospam, pos pelayanan, hingga pos terpadu sebagai tempat beristirahat.

Kantor polisi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menitipkan kendaraan maupun barang berharga selama ditinggal mudik.

Masyarakat diminta untuk melaporkan rumah yang akan ditinggalkan saat mudik kepada pihak kepolisian.

Baca berita selengkapnya:

1. Jalur Malalak Belum Dibuka untuk Umum Saat Mudik Lebaran 1447 H, Polisi: Baru Digunakan Warga Lokal

ARUS MUDIK- Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, saat diwawancarai terkait kondisi arus lalu lintas Padang–Bukittinggi menjelang mudik Lebaran 1447 H di Kantor Dirlantas Polda Sumbar, Selasa (17/3/2026). Ia menyebut arus masih lancar dan skema one way akan diterapkan secara situasional.
ARUS MUDIK- Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, saat diwawancarai terkait kondisi arus lalu lintas Padang–Bukittinggi menjelang mudik Lebaran 1447 H di Kantor Dirlantas Polda Sumbar, Selasa (17/3/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Pihak kepolisian belum merekomendasikan jalur alternatif Malalak–Bukittinggi digunakan oleh masyarakat umum selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan jalur tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan Malalak.

“Untuk jalur Malalak belum kita rekomendasikan untuk digunakan untuk umum. Baru bisa digunakan untuk masyarakat lokal,” ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Dirlantas Polda Sumbar, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Penumpang di BIM Capai 8.544 Orang, Penerbangan Internasional Naik 25 Persen

Ia menambahkan, hingga saat ini baik kepolisian maupun pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat belum memberikan rekomendasi penggunaan jalur tersebut secara luas.

“Baik dari kami maupun Balai Jalan Nasional juga belum merekomendasikan untuk dilewati masyarakat umum,” katanya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved