Tabrakan Kereta Api di Padang
Sosok David Korban Tertemper KA Padang di Mata Keluarga: Pelajar Berprestasi yang Pendiam
"David anak yang baik dan suka berbaur dengan teman-temannya," kenang sang ibu, Nona saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Diketahui, David anak kelima dari total sembilan bersaudara. Remaja berprestasi yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman dan guru di sekolahnya.
Momen Tak Biasa David Sebelum Berangkat ke Padang
Ibu korban kecelakaan kereta api, Nona, mengenang detik-detik saat anaknya, David, meminta izin untuk mengikuti turnamen futsal sebelum berangkat ke Kota Padang.
Sebanyak tiga orang remaja bernama Wahyu Rizki Anugrah, David Ricardo, dan Falza, tertemper kereta api di jalur rel kawasan Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Sabtu (7/3/2026).
Ketiga korban berasal dari Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Kedatangannya ke Kota Padang dalam rangka mengikuti turnamen futsal.
Nahas remaja tersebut menjadi korban tertemper kereta api hingg membuat dua orang bernama David dan Wahyu meninggal dunia. Sedangkan korban bernama Falza masih dirawat di rumah sakit Hermina di Padang.
Baca juga: 2 Pelajar Tewas Tertemper KA di Padang, Wali Kelas: Mereka Berprestasi dan Tidak Pembangkang
Diketahui, kecelakaan kereta api dengan pelajar SMAN 1 Sungai Geringging, terjadi tepatnya di jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing.
Masih segar dalam ingatan Nona, ketika anaknya meminta izin untuk mengikuti turnamen futsal di Padang.
"Sebelumnya David minta izin untuk mengikuti lomba futsal, bahkan sejak Jumat malam sudah disampaikan. Ia ingin berangkat ke Padang pukul 17.00 WIB," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Selasa (10/3/2026).
Momen berbeda dari biasanya terjadi saat David hendak berangkat, lalu mencium tangan ibunya sembari berkata segera berangkat ke Padang untuk mengikuti pertandingan futsal.
Baca juga: 2 Tewas dan 1 Selamat Akibat Tertemper KA di Padang: Martina Kenang David dan Wahyu Sosok yang Ramah
Sebelumnya ujar Nona, ketika David ingin bepergian ke suatu tempat tidak pernah cium tangan dan hanya meminta izin.
Melihat hal itu, Nona merasa ada yang berbeda dari David, namun tetap mengizinkan dan menyuruhnya juga menyampaikan kepada sang ayah.
"Iya, sebelum berangkat dia izin, bahkan mencium tangan saya, tak seperti biasanya," ucapnya sembari mengingat momen tersebut.
Tak sampai di situ, beberapa aktivitas terasa berbeda dari biasanya, sebelum berangkat David mandi menggunakan sabun kakaknya beraroma sangat harum.
Baca juga: Sosok Remaja Korban KA Padang: Pribadi Ceria yang Bawa Sekolahnya Berprestasi di Turnamen Futsal
Kebiasaan ini juga tidak pernah dilakukannya, lantas Nona sempat merasa khawatir terhadap anaknya tersebut.
Hingga David hendak berangkat, Nona sampai memperhatikan sang anak hingga ke depan rumah.
TribunBreakingNews
pelajar tertabrak kereta api
Kereta Api
Padang
Sungai Geringging
Padang Pariaman
Multiangle
Eksklusif
| Momen Tak Biasa David Sebelum Tertemper Kereta Api di Padang: Cium Tangan Ibu dan Selalu Tersenyum |
|
|---|
| 2 Pelajar Tewas Tertemper KA di Padang, Wali Kelas: Mereka Berprestasi dan Tidak Pembangkang |
|
|---|
| 2 Tewas dan 1 Selamat Akibat Tertemper KA di Padang: Martina Kenang David dan Wahyu Sosok yang Ramah |
|
|---|
| Selamat dari Maut, Falza Korban Tertemper Kereta di Padang Mulai Membaik Usai Jalani Operasi |
|
|---|
| Sosok Remaja Korban KA Padang: Pribadi Ceria yang Bawa Sekolahnya Berprestasi di Turnamen Futsal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ibu-korban-laka-kereta-api-di-padang-pariaman-1032026.jpg)