Gunung Marapi Erupsi
Usai Erupsi Gunung Marapi, Bupati Tanah Datar Minta Warga Jauhi Kawasan Gunung
Menurut Eka Putra, pemerintah telah memasang sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah titik strategis.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Gunung Marapi di Sumbar kembali erupsi pada Rabu (18/2/2026).
- Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan Gunung Marapi.
- Selain ancaman hujan abu, Pemkab Tanah Datar juga mewaspadai potensi banjir lahar hujan, khususnya bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi.
- Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada, dan dengarkan early warning system yang sudah dipasang.
TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Marapi, Sumatera Barat. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Agam tersebut erupsi pada Rabu (18/2/2026) lalu.
Meski tinggi kolom abu tidak terpantau secara visual dari pos pengamatan, alat seismogram merekam getaran erupsi dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi gempa hembusan sekitar 31 detik.
Dampaknya, hujan abu kembali menyelimuti wilayah Batusangkar dan sekitarnya. Abu vulkanik dilaporkan menutupi atap rumah warga, sekolah, hingga kendaraan yang terparkir di luar ruangan.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan Gunung Marapi.
Baca juga: Kondisi Penerbangan Bandara Internasional Minangkabau Pasca Erupsi Gunung Marapi Sumbar
“Marapi ini dari kemarin sudah erupsi yang besar dan itu sampai ke Kota Batusangkar dengan abu vulkanik yang sangat tebal dan menutupi atap-atap rumah, atap-atap sekolah, dan kendaraan,” ujar Eka Putra saat diwawancarai TribunPadang.com di rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mengingatkan warga agar mematuhi imbauan keselamatan, terutama terkait radius aman dari gunung.
“Kami tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk jangan mendekati area Gunung Marapi dan juga kalau keluar rumah agar memakai masker,” katanya.
Selain ancaman hujan abu, Pemkab Tanah Datar juga mewaspadai potensi banjir lahar hujan, khususnya bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi.
Baca juga: Abu Vulkanik Marapi Sumbar Capai 11.000 Feet, BMKG: Bergerak ke Timur Arah Tanah Datar
Menurut Eka Putra, pemerintah telah memasang sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah titik strategis.
“Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai tetap waspada dan dengarkan early warning system yang sudah kita pasang. Kalau ada air yang melebihi titik tertentu, alat itu akan berbunyi sirine,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemasangan sistem peringatan dini tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko korban apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
“Sudah ada tanda-tanda atau peringatan dini yang kita pasang di aliran sungai-sungai yang berasal dari Gunung Marapi,” tegasnya.
Saat ini, Pemkab Tanah Datar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
Abu Vulkanik Marapi Sumbar Capai 11.000 Feet
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi pada Rabu (18/2/2026) terus dipantau secara intensif oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, abu vulkanik terdeteksi menyebar hingga ketinggian 11.000 feet dan bergerak ke arah timur.
TribunBreakingNews
Gunung Marapi Erupsi
Gunung Marapi
Sumatera Barat
Bupati Tanah Datar
Multiangle
Eksklusif
Eka Putra
| Waspada Lahar Dingin dan ISPA, Gunung Marapi Erupsi Semburkan Abu Kelabu Setinggi 500 Meter |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi Lagi Minggu Pagi Ini, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Tenggara |
|
|---|
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gunung-marapi-erupsi-1822026.jpg)