Gunung Marapi Erupsi
Kondisi Penerbangan Bandara Internasional Minangkabau Pasca Erupsi Gunung Marapi Sumbar
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat yang terjadi pada hari Rabu (18/2/2026) sekira pukul 10.53 WIB
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Abu vulkanik Gunung Marapi terdeteksi hingga ketinggian 11.000 feet dan bergerak ke arah timur
- Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau dilaporkan tetap normal
- BMKG memantau sebaran abu yang mengarah ke wilayah Tanah Datar dan sekitarnya
- Erupsi Marapi terekam dengan amplitudo 30 mm dan durasi 31 detik
- Status Marapi masih Level II Waspada dan warga diminta menjauhi radius 3 km
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat yang terjadi pada hari Rabu (18/2/2026) sekira pukul 10.53 WIB belum mempengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara International Minangkabau (BIM).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang anggota Humas BIM, Andre Oktavianus saat dikonfirmasi oleh TribunPadang.com.
"Alhamdulillah untuk aktivitas penerbangan masih aman, masih normal seperti biasanya," katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, abu vulkanik terdeteksi menyebar hingga ketinggian 11.000 feet dan bergerak ke arah timur.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengatakan informasi tersebut diterima berdasarkan pembaruan data VAAC Darwin pada 18 Februari 2026, yang memantau sebaran abu sejak pukul 12.03 WIB hingga 17.55 WIB.
Baca juga: Kisah Sedih Penyintas Galodo di Kapalo Koto Padang, Jalani Puasa Ramadan 2026 di Hunsela
“Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Marapi pada pukul 11.30 WIB dengan ketinggian mencapai 11.000 feet. Arah pergerakan abu ke timur dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dan intensitasnya dilaporkan semakin melemah,” ujar Decky.
Ia menjelaskan, berdasarkan analisis arah angin di lapisan tersebut, sebaran abu diperkirakan mengarah ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya. Meski demikian, kondisi di lapangan tetap dipengaruhi dinamika angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Untuk saat ini kecenderungan arah sebaran menuju Tanah Datar. Namun kami terus memantau perkembangan arah angin dan konsentrasi abu di atmosfer,” katanya.
BMKG juga melakukan koordinasi dengan otoritas penerbangan guna memastikan keselamatan jalur udara, terutama di sekitar Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Baca juga: Nasib Beruang Madu yang Serang 4 Warga di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Ungkap Posisi Terkini
Decky menyebutkan, pemantauan abu vulkanik penting dilakukan karena partikel abu di ketinggian tertentu berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Informasi dari VAAC Darwin menjadi acuan dalam melihat potensi dampak terhadap ruang udara,” jelasnya.
Erupsi 31 Detik
Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar mengalami erupsi pada pukul 10.53 WIB. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 31 detik. Tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati secara visual.
Hingga kini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu, khususnya di wilayah yang berada di arah sebaran. Jika terjadi hujan abu, warga disarankan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mencegah gangguan pernapasan.
Baca juga: Daftar Lengkap 46 Pejabat Baru Dharmasraya Baru Dilantik, Ada Sekdis hingga Kepala Puskesmas
Decky menambahkan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai perkembangan terbaru aktivitas Gunung Marapi dan dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Barat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan PVMBG,” tutupnya.(*)
erupsi Gunung Marapi
Gunung Marapi Erupsi
penerbangan BIM
Bandara Internasional Minangkabau
arah abu vulkanik
abu vulkanik
| Waspada Lahar Dingin dan ISPA, Gunung Marapi Erupsi Semburkan Abu Kelabu Setinggi 500 Meter |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi Lagi Minggu Pagi Ini, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Tenggara |
|
|---|
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|