Gempa Bumi

Pasaman Barat Diguncang Gempa Magnitudo 1,7 Selasa Siang

Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 1,7 terjadi pada pukul 13.59 WIB mengguncang wilayah tenggaran Pasaman Barat.

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BMKG Padang Panjang
GEMPA DI SUMBAR- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya kejadian gempa bumi yang mengguncang wlayah Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (10/2/2026). Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 1,7 terjadi pada pukul 13.59 WIB mengguncang wilayah tenggaran Pasaman Barat. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa 1,7 mengguncang wilayah tenggara Pasaman Barat.
  • Gempa berkekuatan magnitudo 1,7 terjadi pada pukul 13.59 WIB mengguncang wilayah tenggaran Pasaman Barat.
  • Pusat pusat gempa berada pada koordinat 0.04 Lintang Utara dan 99.99 Bujur Timur atau sekitar 19 kilometer tenggara Pasaman Barat.
  • BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

TRIBUNPADANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya kejadian gempa bumi yang mengguncang wlayah Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 1,7 terjadi pada pukul 13.59 WIB mengguncang wilayah tenggaran Pasaman Barat.

Pusat pusat gempa berada pada koordinat 0.04 Lintang Utara dan 99.99 Bujur Timur atau sekitar 19 kilometer tenggara Pasaman Barat.

BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Didominasi Berawan, Padang Panjang dan Pariaman Hujan

Kemudian, BMKG juga mencatat adanya kejadian gempa bumi di wilayah barat Pariaman dengan kekuatan magnitudo 2,2.

Gempa terjadi pada pukul 02.10 WIB pada koordinat 0.61 LS - 99.75 BT atau 44 km barat Pariaman, dengan kedalaman 55 km.

Selanjutnya, pukul 13.04 WIB, gempa magnitudo 2,0 mengguncang wilayah barat laut Solok Selatan.

Gempa tersebut terjadi pada koordinat 1.20 LS - 100.99 BT atau 48 km barat laut Solok Selatan, dengan kedalaman 6 km.

Masyarakat diimbau tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Skala MMI Gempa Bumi

Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

Baca juga: Malam Tahun Baru di Padang Bakal Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

Baca juga: BMKG Catat Dua Kejadian Gempa Guncang Kabupaten Agam Malam Ini

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

Baca juga: Kabupaten Agam Alami Gempa Bumi, Banjir Bandang dan Longsor dalam Sehari

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

Baca juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Agam pada Minggu Pagi, BMKG: Magnitudo 3,2 dan 2,9

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved