Bencana Sumbar
Banjir dan Longsor Sumbar: Mahyeldi dan Irman Gusman Sepakat Desak Status Bencana Nasional
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansyarullah menyatakan sepakat dan mendukung langkah Senator atau Anggota Dewan Perwakilan Daerah
“Ini bencana lintas provinsi dan perlu penanganan satu komando dan dana puluhan triliun. Sebagai wakil daerah di pusat, saya sudah berteriak mengusulkan penetapan bencana nasional. Masyarakat dan pemerintah daerah tentu harus mendukung. Kita pahamlah kondisi fiskal daerah. Karena itu Pemda dan pemerintah tak perlu gengsi menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional,” kata Irman.
Keduanya juga sepakat dengan estimasi nilai kerugian dan kebutuhan recovery yang dikemukakan sejumlah pengamat yang mencapai lebih dari Rp68 triliun untuk ketiga provinsi. “Untuk Sumbar saja, tidak mungkin diatasi hanya dengan Rp4 triliun saja,” kata Irman, yang diamini Mahyeldi.
Baca juga: Bantuan Banjir Bandang Palembayan Agam Belum Sentuh Para Korban yang Terdampak Langsung
Didukung LKAAM Sumbar
Sebelumnya, di tempat terpisah, Ketua LKAAM Sumatera Barat Prof. Fauzi Bahar juga menyatakan dukungan terhadap upaya Irman Gusman memperjuangkan status bencana nasional.
Dukungan itu disampaikannya saat mendampingi Irman meninjau lokasi bencana di Ikur Koto, Koto Tangah, Kota Padang.
“Kita punya pengalaman pahit pada gempa 2009 yang menghancurkan Kota Padang dan Padang Pariaman. Banjir dan galodo sekarang juga tak kalah dahsyatnya. Ia merusak kawasan padat penduduk dan bahkan merenggut serta menimbun satu kampung di Kabupaten Agam. Saya sangat sedih melihat kondisi di Palembayan itu,” ujar Fauzi Bahar.
Sejauh ini tegas Fauzi Baharbahwa upaya dan perjuangan Irman Gusman perlu mendapat dukungan semua elemen di daerah ini.
Karenanya, wali kota Padang dua periode itu menegaskan, apa yang diperjuangkan Irman Gusman memang upaya yang sangat strategis.
Jika hanya diatasi dengan gerakan seperti sekarang, paling hanya merupakan gerakan penanganan sampai tiga bulan ke depan. Setelah itu, orang akan melupakan pemulihan bencana Sumatera Barat, Sumut dan Aceh.
Padahal, pemulihan itu butuh waktu lama. “Itu kalau keadaan normal saja ke depannya. Bukan mendoakan, tapi bayangkan jiga esok terjadi peristiwa serupa di provinsi lain, pasti yang disini akan ditinggal,” ujar Fauzi Bahar. (*/rel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Lokasi-banjir-bandang-di-Nagari-Salareh-Aia-Agam-6122025.jpg)